Benarkah “Detoks” dengan Jus, atau Diet Tertentu Dibutuhkan Tubuh?
- 27 Agt 2026 07:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Istilah “detoks” mungkin sudah sering kita dengar, terutama dari media sosial yang menawarkan jus, teh, atau diet khusus untuk “membersihkan” tubuh dari racun. Sekilas terdengar meyakinkan, tetapi sebenarnya tubuh kita sudah memiliki sistem alami untuk membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan.
Hati dan ginjal merupakan dua organ penting yang bekerja setiap hari dalam proses tersebut. Keduanya membantu mengolah berbagai zat dan membuang sisa metabolisme melalui mekanisme alami tubuh tanpa perlu mengikuti program detoks tertentu.
Lalu, apakah minum jus buah dan sayur itu buruk? Tentu tidak, karena buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, serta berbagai senyawa yang baik bagi tubuh, tetapi menjadikan jus sebagai satu-satunya makanan bukan cara yang ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Tubuh tetap membutuhkan protein, lemak sehat, serat, karbohidrat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup. Jika seseorang hanya mengandalkan jus selama beberapa hari, asupan beberapa zat gizi penting bisa menjadi tidak seimbang.
Lantas, mengapa berat badan sering turun setelah menjalani diet detoks? Biasanya hal tersebut terjadi karena asupan kalori berkurang secara drastis dan tubuh kehilangan sebagian cairan, sehingga angka di timbangan memang bisa turun dalam waktu singkat.
Masalahnya, penurunan berat badan yang cepat belum tentu berarti tubuh sedang membuang racun. Setelah kembali ke pola makan biasa, berat badan juga dapat kembali naik jika tidak ada perubahan kebiasaan makan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Daripada sibuk mencari minuman atau makanan yang katanya bisa “menyapu racun”, lebih baik fokus pada kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Makan makanan yang beragam, memperbanyak sayur dan buah, cukup minum air, rutin bergerak, tidur cukup, dan membatasi makanan ultra-proses jauh lebih masuk akal untuk menjaga kesehatan tubuh.
Hal lain yang sering dilupakan adalah kondisi setiap orang berbeda. Orang yang sedang hamil atau menyusui, anak-anak, lansia, maupun mereka yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya tidak menjalani diet yang sangat membatasi makanan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Jadi, apakah kita perlu melakukan detoks dengan jus atau diet khusus? Untuk kebanyakan orang sehat, jawabannya tidak, karena tubuh sudah memiliki mekanisme alami untuk menjalankan proses tersebut.
Yang paling penting bukan mencari cara tercepat untuk “mengeluarkan racun”, melainkan membangun kebiasaan sehat yang bisa dilakukan terus-menerus. Tubuh tidak membutuhkan tren detoks yang rumit, tetapi membutuhkan makanan bergizi, istirahat cukup, aktivitas fisik, dan pola hidup yang seimbang. (DEP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....