Bahaya Konsumsi Makanan Minuman Terlalu Panas
- 22 Agt 2026 17:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi terlalu panas dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh. Kebiasaan ini terutama perlu diwaspadai jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.
Suhu makanan atau minuman yang sangat tinggi dapat menyebabkan luka bakar pada mulut dan lidah. Kondisi tersebut biasanya menimbulkan rasa perih, kemerahan, atau iritasi yang membuat aktivitas makan menjadi tidak nyaman.
Kerongkongan juga dapat mengalami iritasi ketika terlalu sering terpapar makanan dan minuman bersuhu ekstrem. Paparan panas berulang dapat membuat jaringan di sepanjang saluran pencernaan bagian atas mengalami tekanan dan peradangan.
Beberapa penelitian mengaitkan kebiasaan mengonsumsi minuman yang sangat panas dengan peningkatan risiko kanker esofagus. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan apabila kebiasaan ini berlangsung lama dan disertai faktor lain seperti merokok atau konsumsi alkohol.
Minuman seperti kopi, teh, atau kuah yang baru saja mendidih sebaiknya tidak langsung diminum. Memberikan waktu beberapa menit hingga suhunya lebih nyaman dapat membantu mengurangi risiko cedera pada jaringan mulut dan kerongkongan.
Konsumsi makanan terlalu panas juga dapat mengganggu kemampuan seseorang merasakan cita rasa dengan baik. Lidah yang mengalami iritasi atau luka bakar sementara bisa menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu.
| Baca juga: Bahaya Mandi Air Dingin usai Berolahraga |
Pada anak-anak, makanan dan minuman panas perlu mendapat perhatian lebih karena mereka mungkin belum mampu memperkirakan suhu dengan tepat. Orang tua sebaiknya memastikan makanan sudah cukup dingin sebelum diberikan kepada anak.
Kebiasaan meniup makanan memang dapat membantu menurunkan suhu di permukaan, tetapi bukan satu-satunya cara yang dapat dilakukan. Memindahkan makanan ke wadah lain, mengaduknya, atau menunggu beberapa saat dapat membuat panasnya lebih merata dan aman dikonsumsi.
Membiasakan diri menikmati makanan dalam kondisi hangat dan nyaman merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mulut serta saluran pencernaan. Selain itu, hindari terburu-buru mengonsumsi makanan yang baru selesai dimasak atau minuman yang baru diseduh.
Jika mulut atau tenggorokan sering terasa terbakar setelah makan dan minum, sebaiknya kebiasaan mengonsumsi makanan bersuhu sangat panas mulai dikurangi. Menunggu hingga suhu makanan dan minuman lebih aman merupakan langkah kecil yang dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang. (MU/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....