Anemia: Jangan Anggap Remeh Kekurangan Sel Darah Merah
- 03 Jul 2026 08:41 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Akibatnya, organ-organ tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sehingga memengaruhi fungsi normalnya. Meski sering dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan, anemia yang tidak ditangani dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius.
Gejala anemia umumnya meliputi tubuh mudah lelah, lemas, pucat, pusing, sakit kepala, sesak napas saat beraktivitas, hingga jantung berdebar. Pada tahap awal, gejala tersebut sering diabaikan karena dianggap sebagai akibat kelelahan biasa. Padahal, jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini dapat semakin memburuk.
| Baca juga: Berbagai Manfaat Tahu untuk Kesehatan |
Anemia paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat, penyakit kronis, perdarahan, hingga kelainan genetik tertentu. Wanita hamil, remaja putri, anak-anak, serta lansia termasuk kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia.
Apabila tidak segera diobati, anemia dapat menyebabkan berbagai dampak serius. Pasokan oksigen yang kurang dapat membuat jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga meningkatkan risiko gangguan irama jantung hingga gagal jantung, terutama pada penderita anemia berat. Selain itu, anemia juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga penderitanya lebih mudah terserang infeksi.
Pada ibu hamil, anemia berisiko menyebabkan kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan. Sementara pada anak-anak, anemia dapat mengganggu pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, serta konsentrasi di sekolah.
Pencegahan anemia dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Konsumsi makanan yang kaya zat besi seperti daging merah tanpa lemak, hati, ikan, telur, bayam, brokoli, kacang-kacangan, dan biji-bijian sangat dianjurkan. Penyerapan zat besi juga dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, stroberi, jambu biji, dan tomat.
Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi. Jika mengalami gejala anemia yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Anemia bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele. Dengan mengenali gejala sejak dini, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjalani gaya hidup sehat, risiko komplikasi akibat anemia dapat dicegah sehingga kualitas hidup tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....