Vape, "Mencuri Kesehatan Jantung dan Paru dalam Senyap"
- 01 Jul 2026 17:53 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kebiasaan merokok dan vaping di kalangan generasi muda saat ini tidak hanya berdampak pada rusaknya organ tubuh secara perlahan, melainkan juga berimbas langsung pada hancurnya kestabilan finansial seseorang dalam jangka panjang.
Banyak remaja beralih ke rokok elektrik karena menganggapnya keren dan aman, tanpa menyadari adanya ancaman kerugian ganda dari aspek kesehatan dan ekonomi.
Dalam program Dialog Interaktif Pro 1 Info Kesehatan yang disiarkan langsung melalui saluran YouTube RRI Bukittinggi, dr. Suyastri, Sp.P (K) Onk.T mematahkan anggapan keliru tersebut. Spesialis Paru Konsultan Onkologi Torak dari RSAM Bukittinggi ini melontarkan sebuah pesan edukatif yang sangat membekas,
"Selamatkan paru, selamatkan dompet." Pesan ini menekankan realita bahwa tren *Fear of Missing Out* (FOMO), gengsi sosial, dan tekanan teman sebaya telah menjebak remaja dalam lingkaran kecanduan sekaligus pemborosan ekonomi yang tidak mendatangkan manfaat.
| Baca juga: Manfaat Tapak Dara Bagi Kesehatan |
Jerat Ketergantungan dan Ancaman Fatal EVALI
Secara klinis, zat nikotin dalam rokok maupun vape menstimulasi ketenangan semu yang berujung pada ketergantungan biologis. Saat tubuh kecanduan, remaja akan mengalami gejala putus zat seperti gelisah, sulit fokus, hingga kantuk berat jika kekurangan nikotin. Lebih mengerikan lagi, cairan vape menyimpan ancaman zat kimia beracun yang sering kali diabaikan akibat strategi pemasaran aroma buah.
Kadar nikotin tinggi, dapat memicu efek kecanduan yang sangat kuat. Sedangkan proses pemanasan koil melepaskan zat berbahaya partikel logam berat, seperti nikel, kromium, dan timbal ke dalam paru-paru.
Selain itu juga, terjadi akumulasi racun ini dapat memicu E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI). Kondisi akut ini membuat jaringan paru mengalami peradangan hebat, bocor, hingga memutih seluruhnya pada hasil rontgen, bahkan bisa berujung pada kematian.
| Baca juga: Manfaat Minyak Kanola untuk Kesehatan |

Efek Domino Ekonomi Bagi Keluarga
Dr. Suyastri mengingatkan bahwa dana rutin yang dikeluarkan untuk membeli rokok atau liquid vape setiap hari adalah pemborosan nyata. Kerugian finansial ini akan membengkak berkali-kali lipat ketika pengguna memasuki usia tua dan mulai digerogoti oleh berbagai penyakit kronis akibat penumpukan racun tembakau maupun uap kimia.
Biaya pengobatan untuk memulihkan penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, ataupun kanker paru membutuhkan dana yang sangat besar. Penyakit-penyakit mematikan ini sanggup menghabiskan seluruh harta serta tabungan keluarga dalam sekejap mata, yang pada akhirnya memicu krisis ekonomi rumah tangga.
Sinergi Rumah dan Sekolah sebagai Solusi Nyata
| Baca juga: Berbagai Manfaat Tahu untuk Kesehatan |
Memutus rantai ketergantungan fisik dan finansial ini memerlukan bimbingan psikologis agar remaja memiliki keberanian mental untuk mengelola stres secara positif dan menolak ajakan sirkel pertemanannya.
Perlindungan total ini membutuhkan sinergi kokoh antara dua pilar utama, yakni lingkungan rumah (orang tua), yang harus menjadi benteng utama dengan memberikan teladan nyata untuk tidak merokok di dalam rumah, serta konsisten meluangkan waktu untuk berkomunikasi dan memantau pergaulan anak.
Institusi pendidikan (sekolah), wajib menegakkan disiplin melalui aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara ketat, sekaligus cerdas mengalihkan energi remaja ke berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang produktif.
Mengubah pola hidup menjadi bebas asap terbukti membawa keuntungan yang luar biasa. Dengan mengambil keputusan berani untuk berhenti merokok dan vaping sejak detik ini, seseorang tidak hanya sedang mengamankan fisik dari ancaman kematian dini, melainkan juga sedang memproteksi masa depan ekonomi keluarganya.
Alokasi dana yang semula terbuang sia-sia menjadi asap kini dapat dialihkan untuk investasi pendidikan anak, gizi keluarga, atau tabungan hari tua. Mari bersama-sama membangun hidup yang sehat fisik sekaligus mapan secara finansial. (NAS/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....