Vape vs Rokok Konvensional: Sama-Sama Berisiko bagi Jantung dan Paru
- 09 Jun 2026 11:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi; Bahaya rokok dan vape masih menjadi perdebatan hangat di kalangan masyarakat, terutama di maraknya anggapan bahwa Vape merupakan suatu yang alternatif,lebih aman bagi perokok. Namun dibalik aromanya yang wangi tetap menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh disepelekan.
Berbicara tentang lebih bahaya rokok atau vape, sebenarnya keduanya sama sama beresiko untuk kesehatan dan masih terus diteliti bahayanya. Salah satu alasan utama munculnya perdebatan soal bahaya rokok dan vape adalah perbedaan kandungan kimia yang dihasilkan. Sedangkan rokok konvesional mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya, sedangkan vape mengandung cairan kimia (liquid) yang menghasilkan senyawa toksik saat dipanaskan.
Rokok konvesional, mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, formaldehida, benzena dan logam berat seperti arsenik dan timbal. Kombinasi ini menyebabkan kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan sistem pernapasan. Sedangkan Vape mengandung nikotin, propilen glikol, gliserin dan zat perasa. Ketika dipanaska cairan ini akan menghasilkanformaldehida, asetaldehida dan partikel logam. Akan tetapi efek sampingnya adalah efek jangka panjang dari senyawa ini yang tetap berpotensi merusak paru paru dan pembuluh darah.
Menurut penelitian, uap vape juga bisa mempengaruhi fungsi edotel pembuluh darah, yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung layaknya asap rokok. Paparan asap atau uap secara tidak langsung dapat membahayakan orsng disekitar. Rokok memiliki bukti kuat sebagai penyebab berbagai penyakit kronis dan kanker, sementara vape masih tergolong baru, namunsudah menunjukan efek negatif yang nyata.
Langkah terbaik untuk menjaga kesehatan adalah menghentikan penggunaan keduanya. Menghentikan kebiasaan merokok atau vaping memang tidak mudah, terutama bagi orang yang sudah lama bergantung pada nikotin. Hingga saat ini tidak ada fakta yang membuktikan bahwa bahaya atau dampak vape lebih rendah dibandingkan dengan rokok. Untuk itu langkah terbaik melindungi diri dari dampak rokok adalah dengan berhenti merokok sepenuhnya. Ingatlah, bahwa setiap hisapan mengandung resiko, dan tidak ada bentuk rokok yang benar benar aman.
ELB
Sumber berita;alodokter.com
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....