Benarkah Makan Nasi Malam Bisa Menambah Berat Badan?, Ini Faktanya

  • 18 Mei 2026 13:11 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang menghindari makan nasi di malam hari karena percaya bisa menyebabkan berat badan naik. Tapi sebenarnya, apakah benar makan nasi malam langsung bikin gemuk? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Faktanya, kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh waktu makan, melainkan dari total kalori yang masuk dan keluar dalam tubuh. Artinya, kalau kamu makan malam tapi tetap dalam porsi yang wajar dan tidak berlebihan, maka tidak otomatis akan membuat gemuk.

Nasi sendiri adalah sumber karbohidrat yang berfungsi sebagai energi. Saat malam hari, tubuh memang cenderung lebih sedikit beraktivitas, sehingga kalori yang masuk bisa saja tidak banyak digunakan. Namun, ini hanya akan berdampak jika kamu makan dalam jumlah besar dan sering melebihi kebutuhan harian.

Masalah utama bukan pada nasi di malam hari, tetapi pada porsi makan yang berlebihan dan pilihan makanan tambahan seperti gorengan, lauk tinggi lemak, atau minuman manis. Kombinasi inilah yang sering membuat asupan kalori jadi tinggi tanpa disadari.

Selain itu, kualitas tidur juga bisa dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi malam hari. Makan terlalu banyak sebelum tidur bisa membuat perut terasa tidak nyaman, sehingga tidur menjadi kurang nyenyak. Padahal, kurang tidur juga bisa memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan berat badan.

Namun, bukan berarti kamu harus benar-benar menghindari nasi di malam hari. Jika kamu masih lapar, makan nasi dalam porsi kecil dengan lauk yang sehat seperti sayur dan protein justru lebih baik dibanding membiarkan tubuh kelaparan sebelum tidur.

Bagi orang yang aktif atau memiliki jadwal kerja padat, makan malam tetap penting untuk menjaga energi tubuh. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan dan pengaturan porsi, bukan sekadar menghindari nasi di jam tertentu.

Jadi, anggapan bahwa “makan nasi malam pasti bikin gemuk” adalah mitos. Yang benar adalah, berat badan lebih dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, gaya hidup, dan aktivitas fisik, bukan hanya waktu makan saja. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....