Pejuang DM dan Hipertensi Perpanjangan Tangan Tenaga Medis Bukittinggi

  • 11 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi Ramli Adrian,SKM.MKM mengungkapkan saat ini baru sekitar 10 persen masyarakat Kota Bukittinggi yang secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke Puskesmas.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Sosialisasi CERDIK untuk Penderita Hipertensi dan Diabetes Melitus (DM) Senin, 11 Mei 2026 pagi di Grand Rocky Hotel Bukittinggi

Kegiatan itu menghadirkan pembicara Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bukittinggi Dr. Rizkianto Immanual,Sp.PD serta diikuti sekitar 80 peserta yang berasal dari pejuang Diabetes Melitus (DM), pejuang hipertensi, pengelola Program Penyakit Tidak Menular (PTM), dan Program Promosi Kesehatan (Promkes) di Puskesmas.

Ramli Adrian menjelaskan, berdasarkan data WHO diperkirakan hanya seperempat kasus hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis. Bahkan, hanya sekitar 0,75 persen pasien hipertensi yang rutin mengonsumsi obat secara teratur.

Menurutnya, penyakit Diabetes Melitus (DM) yang pada tahun 2021 berada di posisi ketujuh penyakit terbanyak di dunia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi pola hidup dan faktor risiko yang harus diwaspadai sejak dini.

“Masyarakat dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis di Puskesmas meskipun tidak memiliki kartu BPJS,” ujarnya.

Ia juga meminta para pejuang DM dan hipertensi untuk aktif menyampaikan informasi positif kepada masyarakat sebagai perpanjangan tangan tenaga medis.

“Pejuang DM dan hipertensi harus menyampaikan hal positif ke masyarakat sebagai perpanjangan tangan tugas tenaga medis,” kata Ramli.

Sementara itu, Dr. Rizkianto Immanual menegaskan bahwa penyakit Diabetes Melitus (DM) dan hipertensi sama-sama berbahaya serta dapat memicu berbagai komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, penerapan pola hidup sehat dan intervensi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi mikrovaskuler akibat kedua penyakit tersebut.

Dalam sosialisasi itu juga disampaikan pentingnya penerapan perilaku CERDIK sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular juga mempedomani CERDIK merupakan akronim dari; C - Cek kesehatan secara berkala, E-.Enyahkan asap rokok, R- Rajin aktivitas fisik, D- Diet sehat dan seimbang, I - Istirahat cukup serta K - Kelola stres.

Pemeriksaan kesehatan dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam setahun meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, tinggi badan, dan berat badan untuk memantau indeks massa tubuh.

Masyarakat juga diimbau menghindari rokok dan paparan asap rokok, rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi gula, garam, dan lemak, serta menjaga waktu istirahat minimal tujuh hingga delapan jam setiap hari.

Salah seorang Pejuang Diabetes juga Mantan Wakapolres Pasbar Kompol Purn. Sukirman bersama rekannya Pa Ujang justru melihat penyakit Diabetes Melitus (DM) dan Darah Tinggi selain pola hidup juga tak kalah penting selalu positif thinking dan selalu beribadah Mesjid disamping mengkonsumsi obat ketika sakit.

Dalam implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), masyarakat diingatkan untuk menerapkan tujuh pola hidup sehat, salah satunya dengan tidak merokok. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....