Perbedaan GERD, Maag, dan Asam Lambung Biasa yang Sering Disalahpahami

  • 26 Apr 2026 18:09 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang masih mengira bahwa GERD, maag, dan asam lambung itu sama. Padahal, meskipun gejalanya mirip, ketiganya punya kondisi yang berbeda. Kesalahan memahami ini sering bikin orang salah penanganan, bahkan salah minum obat.

Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi ketika asam lambung naik sampai ke kerongkongan. Ini terjadi karena “katup” di antara lambung dan kerongkongan melemah. Akibatnya, penderita bisa merasakan dada panas seperti terbakar, sering sendawa asam, bahkan sampai rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Berbeda dengan itu, maag adalah kondisi peradangan pada dinding lambung. Biasanya terasa sebagai nyeri atau perih di bagian ulu hati, terutama saat telat makan. Maag sering bikin perut terasa kembung, mual, dan kadang sampai muntah.

Sedangkan asam lambung biasa lebih ke kondisi ketika produksi asam di lambung meningkat sementara. Ini belum tentu menjadi penyakit serius, tapi bisa bikin perut terasa tidak nyaman, begah, atau panas ringan di dada. Biasanya kondisi ini muncul karena pola makan tidak teratur atau makanan tertentu.

Perbedaan paling mudah dilihat adalah lokasi gangguannya. GERD terjadi di kerongkongan, maag terjadi di lambung, sedangkan asam lambung biasa lebih ke kondisi sementara yang belum menyebabkan peradangan atau gangguan serius.

Dari segi gejala, GERD lebih sering ditandai rasa panas di dada dan asam yang naik ke mulut. Maag lebih fokus pada rasa nyeri di perut bagian atas. Sementara asam lambung biasa biasanya hanya rasa tidak nyaman ringan yang cepat hilang.

Penyebabnya juga berbeda. GERD sering dipicu gaya hidup seperti makan berlebihan, langsung tidur setelah makan, atau obesitas. Maag bisa dipicu stres, obat tertentu, atau infeksi. Sedangkan asam lambung biasa biasanya karena pola makan yang kurang teratur atau makanan pemicu seperti pedas dan asam.

Penanganannya pun tidak sama. GERD sering butuh perubahan gaya hidup jangka panjang dan obat dari dokter. Maag biasanya diatasi dengan obat pelindung lambung dan makan teratur. Sedangkan asam lambung biasa bisa membaik dengan istirahat dan menghindari pemicu.

Intinya, walaupun terlihat mirip, GERD, maag, dan asam lambung punya perbedaan yang penting untuk dipahami. Kalau gejala sering muncul atau makin parah, sebaiknya jangan diabaikan dan segera periksa ke tenaga medis. (DEP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....