Hipotermia pada Bayi, Kondisi Dingin Mengancam Nyawa

  • 19 Apr 2026 23:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Viral kasus bayi diduga mengalami hipotermia saat dibawa orang tuanya mendaki Gunung Ungaran. Peristiwa ini memicu perhatian publik karena kondisi anak kecil terlihat membahayakan di cuaca pegunungan dingin.

Hipotermia pada bayi dan anak bukan sekadar rasa dingin biasa, tetapi kondisi berbahaya yang bisa terjadi cepat. Suhu tubuh dapat turun drastis tanpa disadari, terutama di lingkungan gunung yang bersuhu rendah ekstrem.

Bayi dan anak kecil memiliki risiko lebih tinggi karena sistem pengatur suhu tubuh belum matang sempurna. Lemak tubuh yang masih sedikit membuat panas lebih mudah hilang saat terpapar udara dingin.

Bahaya utama hipotermia adalah terganggunya fungsi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan sistem saraf secara bertahap. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berujung pada penurunan kesadaran hingga risiko kematian.

Tanda awal pada bayi sering tidak mudah dikenali karena tidak selalu menggigil seperti orang dewasa saat kedinginan. Tubuh dingin, kulit pucat, rewel tidak biasa, atau justru sangat lemas menjadi sinyal penting.

Pada anak yang lebih besar, gejala dapat berupa menggigil hebat, kebingungan, bicara melambat, dan gangguan koordinasi tubuh. Kondisi ini menunjukkan tubuh mulai kesulitan mempertahankan suhu normal di lingkungan ekstrem.

Jika kondisi semakin parah, anak dapat tidak responsif, napas melambat, dan denyut nadi melemah secara signifikan. Situasi ini merupakan gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat di fasilitas kesehatan. (AS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....