Era Digital Diam-Diam Mengganggu Mental Anak, Benarkah?

  • 18 Apr 2026 20:47 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan anak. Akses informasi kini semakin mudah dan cepat.

Namun, kemudahan ini juga menyimpan dampak tersembunyi bagi kesehatan mental anak. Banyak pihak mulai menyoroti fenomena ini. Paparan konten digital tanpa batas dapat memengaruhi emosi anak. Mereka lebih mudah merasa cemas dan tertekan.

Interaksi virtual yang berlebihan juga mengurangi kemampuan sosial anak. Anak menjadi kurang terbiasa berkomunikasi secara langsung. Selain itu, penggunaan gadget berlebih dapat mengganggu pola tidur anak. Kurangnya istirahat berdampak pada kondisi psikologis mereka.

World Health Organization menyatakan kesehatan mental anak dipengaruhi oleh lingkungan digital. Paparan berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan emosional. American Academy of Pediatrics menekankan pentingnya pembatasan waktu layar pada anak. Orang tua disarankan aktif mengawasi aktivitas digital.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan kaitan antara media sosial dan kecemasan anak. Anak lebih rentan membandingkan diri dengan orang lain. Kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri anak secara perlahan. Dampaknya bisa berlanjut hingga usia remaja.

Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak di era digital. Pendampingan membantu anak menggunakan teknologi secara sehat. Aktivitas fisik dan interaksi keluarga perlu terus ditingkatkan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan mental anak.

Melalui pengelolaan yang tepat, teknologi tetap dapat memberikan manfaat. Kunci utamanya adalah penggunaan yang bijak dan terkontrol. (APS/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....