Batuntuang, Pengobatan Tradisional Khas Minangkabau

  • 16 Apr 2026 06:34 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Batuntuang merupakan salah satu metode pengobatan tradisional khas Minangkabau yang berfokus pada proses pengeluaran racun atau detoksifikasi dari dalam tubuh manusia. Tradisi ini dikenal dan berkembang di wilayah Pesisir Selatan serta Pariangan, Kabupaten Tanah Datar.

Secara umum, Batuntuang digunakan untuk membantu mengeluarkan zat berbahaya yang mengendap dalam tubuh. Dalam perkembangannya, metode ini juga mulai diperkenalkan sebagai pengobatan alternatif yang diyakini dapat membantu menetralisir efek zat adiktif, termasuk narkoba.

Pengobatan Batuntuang tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan nilai spiritual dan keagamaan. Dalam sejarahnya, praktik ini diketahui pernah dijalankan oleh kalangan Tarekat Syatariyah di Pariangan sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Wilayah Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah yang hingga kini masih menjaga keberlangsungan tradisi Batuntuang. Sementara itu, di Pariangan, praktik ini juga terkait dengan jejak sejarah ulama lokal serta perkembangan penyebaran agama Islam di Minangkabau.

Dalam pelaksanaannya, Batuntuang umumnya melibatkan penggunaan ramuan tradisional yang diracik dari bahan alami. Selain itu, proses pengobatan juga kerap disertai dengan ritual tertentu yang diyakini mampu membantu menarik racun keluar dari dalam tubuh.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam memilih metode pengobatan, serta menjadikan praktik tradisional seperti Batuntuang sebagai pelengkap, bukan pengganti, pengobatan medis modern.

Sebagai bagian dari warisan budaya Minangkabau, Batuntuang tidak hanya mencerminkan pengetahuan lokal di bidang kesehatan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat hingga saat ini. (ER/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....