Sakit Kepala: Kelelahan atau Kurang Minum?

  • 30 Mar 2026 21:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sakit kepala adalah keluhan yang sering dialami banyak orang. Kadang muncul tiba-tiba, kadang datang saat sedang sibuk bekerja atau belajar. Rasanya bisa ringan, bisa juga cukup mengganggu sampai sulit fokus.

Kelelahan dan kurang minum, Dua hal ini memang sering jadi penyebab utama. Kelelahan bisa terjadi karena kurang tidur, terlalu lama menatap layar, atau aktivitas yang padat tanpa istirahat.

Saat tubuh dipaksa terus bekerja, otot di area leher dan kepala bisa menegang. Akibatnya muncul rasa nyeri atau seperti ditekan di bagian kepala.

Biasanya sakitnya terasa di kedua sisi kepala dan tidak berdenyut terlalu kuat. Kalau penyebabnya kelelahan, istirahat yang cukup sering kali membantu meredakannya.

Kurang minum juga bisa memicu sakit kepala. Saat tubuh kekurangan cairan, aliran darah dan oksigen ke otak bisa sedikit terganggu. Tubuh memberi sinyal lewat rasa pusing atau nyeri di kepala.

Selain sakit kepala, biasanya disertai mulut kering, rasa haus, dan warna urine yang lebih pekat. Kondisi ini sering tidak disadari karena banyak orang lupa minum saat sedang sibuk.

Kadang kita langsung minum obat saat kepala terasa sakit, padahal penyebabnya sederhana. Bisa jadi tubuh hanya butuh air putih dan waktu istirahat. Coba ingat kembali kebiasaan harianmu.

Apakah semalam kamu tidur cukup? Apakah hari ini sudah minum air yang cukup? Rata-rata orang dewasa disarankan minum sekitar 6–8 gelas air per hari, tergantung aktivitas dan kondisi tubuh.

Jika banyak berkeringat atau sering berada di ruangan ber-AC, kebutuhan cairan bisa lebih banyak. Selain itu, terlalu lama menatap layar ponsel atau komputer juga bisa memicu sakit kepala.

Mata yang tegang dan kurang istirahat ikut memengaruhi rasa tidak nyaman di kepala. Cobalah istirahat sejenak setiap satu jam, alihkan pandangan dari layar, dan gerakkan tubuh sebentar.

Meski begitu, tidak semua sakit kepala disebabkan oleh kelelahan atau kurang minum. Ada juga jenis sakit kepala seperti migrain atau sakit kepala karena tekanan darah.

Biasanya disertai gejala lain seperti mual, sensitif terhadap cahaya, atau nyeri berdenyut di satu sisi kepala. Jika sakit kepala sering muncul, terasa sangat berat, atau tidak membaik setelah istirahat dan minum cukup, sebaiknya periksa ke tenaga medis.

Yang paling penting adalah mengenali sinyal tubuh sendiri. Tubuh biasanya sudah memberi tanda saat butuh istirahat atau cairan.

Jangan menunggu sampai rasa sakit muncul baru memperhatikan kesehatan. Mulai biasakan tidur cukup, minum air putih secara teratur, dan beri jeda di tengah aktivitas.

Hal-hal sederhana ini sering kali cukup untuk mencegah sakit kepala datang kembali. Jadi, saat sakit kepala muncul, jangan panik dulu.

Coba cek dulu: kamu kurang istirahat atau kurang minum? Bisa jadi jawabannya ada di kebiasaan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....