Resiliensi Diri saat Puasa di tengah Aktivitas

  • 27 Feb 2026 08:19 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Puasa bukan hanya latihan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen melatih kekuatan mental. Di tengah rutinitas kerja, sekolah, dan tanggung jawab keluarga, energi bisa terasa cepat terkuras. Di sinilah resiliensi diri berperan penting agar kita tetap tangguh dan seimbang.

Resiliensi adalah kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan. Saat berpuasa, tubuh mungkin terasa lelah, namun pikiran tetap bisa dikelola dengan sikap positif. Mengubah sudut pandang dari “beban” menjadi “latihan” membantu kita menjalani hari dengan lebih ringan.

Salah satu cara menguatkan mental saat puasa adalah dengan mengatur ekspektasi. Tidak semua hal harus berjalan sempurna ketika kondisi fisik sedang menurun. Memberi ruang untuk istirahat sejenak justru membantu menjaga kestabilan emosi.

Selain itu, menjaga pola tidur dan asupan nutrisi saat sahur dan berbuka sangat berpengaruh pada suasana hati. Pilih makanan bergizi seimbang agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari. Tubuh yang terawat akan membuat pikiran lebih stabil dan fokus.

Latihan sederhana seperti pernapasan dalam, refleksi diri, atau journaling juga dapat membantu meredakan stres. Momen puasa bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat koneksi spiritual dan mengenali emosi diri. Ketika hati lebih tenang, tantangan harian terasa lebih mudah dihadapi.

Pada akhirnya, puasa adalah kesempatan membangun ketahanan diri secara menyeluruh. Lapar dan lelah bukan hambatan, melainkan sarana melatih kesabaran dan disiplin. Dengan resiliensi yang kuat, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. (DKA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....