Kenali Gejala dan Pencegahan Jantung yang Terhenti
- 26 Feb 2026 11:34 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Henti jantung mendadak atau cardiac arrest adalah kondisi serius ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah. Kejadian ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani segera.
Gejala awal bisa meliputi sesak napas, pusing, nyeri dada, detak jantung tidak teratur, hingga kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting untuk tindakan cepat.
| Baca juga: Berbagai Manfaat Tahu untuk Kesehatan |
Penyebab henti jantung bisa bervariasi, mulai dari penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, hingga gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan pola makan buruk.
Penanganan pertama yang krusial adalah resusitasi jantung paru atau CPR. Langkah ini dapat menyelamatkan nyawa sambil menunggu pertolongan medis datang.
Ahli kardiologi menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin. Elektrokardiogram (EKG), tes darah, dan pemeriksaan tekanan darah dapat membantu mengidentifikasi risiko sebelum terjadi henti jantung.
Gaya hidup sehat juga menjadi kunci pencegahan. Mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan menghindari stres berlebihan dapat mengurangi risiko.
Selain itu, pelatihan pertolongan pertama bagi keluarga dan masyarakat umum dapat menurunkan angka kematian akibat henti jantung. Semakin cepat CPR diberikan, peluang selamat semakin besar.
Kesimpulannya, henti jantung merupakan kondisi darurat yang memerlukan kesadaran, pencegahan, dan penanganan cepat. Edukasi dan gaya hidup sehat dapat menjadi langkah penting dalam melindungi kesehatan jantung. (SVD)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....