Digital Detox, "Sehat Tanpa Harus Offline Total"
- 02 Nov 2025 19:08 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Anak muda kini hidup berdampingan dengan layar setiap hari. Namun, terlalu lama di dunia digital bisa menimbulkan kelelahan mental yang tak disadari.
Riset DataReportal 2024 mencatat rata-rata anak muda Indonesia menghabiskan 8 jam 6 menit di depan layar setiap hari. Angka ini meningkat dibanding 7 jam pada tahun sebelumnya.
Digital fatigue membuat fokus menurun dan emosi mudah terganggu. Selain itu, paparan cahaya biru dari gawai bisa mengganggu pola tidur alami.
Konsep digital detox hadir sebagai solusi menjaga keseimbangan. Ini bukan tentang meninggalkan teknologi, tetapi menggunakannya dengan sadar.
Psikolog menyarankan untuk menjadwalkan waktu bebas gawai minimal satu jam per hari. Aktivitas seperti membaca buku, jalan kaki, atau berbicara langsung bisa membantu menenangkan pikiran.
Beberapa komunitas anak muda kini rutin mengadakan offline day challenge. Tujuannya agar peserta belajar menikmati waktu tanpa distraksi digital.
Manfaatnya pun signifikan, termasuk peningkatan konsentrasi dan penurunan stres. Berdasarkan studi University of Bath (2022), detoks digital selama seminggu menurunkan kecemasan hingga 33%.
Namun, digital detox tidak harus ekstrem. Kuncinya adalah keseimbangan antara dunia nyata dan dunia maya.
Anak muda diharapkan mampu mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan olehnya. Kesadaran digital menjadi bagian penting dari kesehatan modern.
Sehat bukan hanya soal fisik, tapi juga hubungan yang bijak dengan layar. Karena terlalu lama online bisa membuat kita kehilangan koneksi dengan diri sendiri. (AMY/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....