Menjadi Mandiri dan Terampil

  • 30 Sep 2026 08:15 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Sekolah Luar Biasa (SLB) Al Azhar Bukittinggi terus mendorong peserta didiknya untuk menjadi pribadi yang terampil dan mandiri melalui berbagai program pembelajaran keterampilan yang disesuaikan dengan potensi masing-masing siswa. Upaya tersebut dilakukan melalui proses pendampingan, asesmen, serta pengembangan minat sejak dini agar siswa memiliki bekal untuk kehidupan sehari-hari maupun masa depan mereka.

Guru pendamping SLB Al Azhar Bukittinggi, Dewi Handayani, S. Pd., dalam Dialog Kita Setara Di Programa 1 RRI Bukittingi Sabtu, 19 September 2026 menjelaskan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda sehingga sekolah berupaya menggali potensi terbaik yang dimiliki masing-masing anak. Melalui asesmen yang dilakukan secara berkala, guru dapat menentukan arah pengembangan keterampilan yang sesuai dengan minat dan kemampuan peserta didik.

Menurutnya, keterampilan yang diajarkan di sekolah meliputi tata boga, menjahit, hingga keterampilan mencuci kendaraan bagi siswa laki-laki. Program tersebut dirancang agar siswa mampu mengembangkan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan untuk hidup lebih mandiri dan bahkan menjadi sumber penghasilan di masa depan.

Selain pembelajaran di kelas, guru juga aktif mengenali minat siswa melalui pendekatan personal. Interaksi saat belajar maupun waktu istirahat dimanfaatkan untuk membangun kedekatan sehingga guru dapat memahami potensi, hobi, dan bakat yang dimiliki setiap anak.

Salah satu siswi yang berhasil mengembangkan keterampilannya adalah Zahratu Syita, siswi kelas I SMA SLB Al Azhar Bukittinggi. Ia mengaku menyukai kegiatan memasak dan telah mampu membuat berbagai makanan seperti kentang goreng, terong, hingga memasak nasi secara mandiri.

Prestasi Zahratus juga mendapat perhatian karena berhasil meraih juara pada berbagai lomba keterampilan. Pada tahun 2025, ia meraih juara pertama lomba hantaran tingkat Kota Bukittinggi dan mewakili daerahnya ke tingkat provinsi. Tahun berikutnya, ia kembali mengikuti lomba tata boga dengan kategori menghias kue pernikahan.

Dalam proses pembelajaran, sekolah lebih mengutamakan metode yang bersifat konkret dan praktik langsung. Siswa diajak mengenal lingkungan, tumbuhan, hewan, serta berbagai aktivitas nyata yang memudahkan mereka memahami materi dan keterampilan yang diajarkan.

Untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, sekolah juga rutin mengadakan kegiatan pengembangan diri setiap pekan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberi kesempatan menampilkan bakat seperti bernyanyi, bermain musik, dan aktivitas lainnya sambil terus mendapatkan motivasi agar percaya pada kemampuan yang dimiliki.

Dewi Handayani menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi anak agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan mampu berkontribusi di lingkungan masyarakat.(DP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....