Bukittinggi Perkuat Layanan PAUD Holistik

  • 18 Sep 2026 00:02 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengembangan anak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Capaian 8 Indikator Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUDHI) yang dilaksanakan selama dua hari, Rabu–Kamis, 16–17 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala Taman Kanak-Kanak (TK), perwakilan pendidik pendidikan nonformal, pengawas, serta penilik jenjang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PAUD-PNF) di Kota Bukittinggi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi H. Rismal Hadi,S.STP.M.Si didampingi Kabid PAUD & PNF Disdikbud Kota Bukittinggi Yetni Erdawati,S.Sos

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan penguatan pemahaman dari sejumlah fasilitator yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan pembekalan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

PAUDHI Bukan Hanya Urusan Pendidikan

Selama ini, istilah PAUDHI masih sering dipahami sebatas berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini. Padahal, PAUDHI merupakan singkatan dari Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.

Konsep tersebut menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berbicara mengenai proses belajar mengajar di satuan pendidikan.

Pengembangan anak harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan demikian, keberhasilan PAUDHI tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor pendidikan. Dibutuhkan keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi penting karena seorang anak tidak hanya membutuhkan stimulasi pendidikan. Anak juga membutuhkan makanan bergizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, layanan kesehatan, pendampingan orang tua, perilaku hidup bersih dan sehat, air bersih, serta sanitasi yang layak.

Pendekatan inilah yang menjadi dasar penting dalam pelaksanaan PAUDHI di Kota Bukittinggi.

Delapan Indikator Menjadi Tolok Ukur Layanan Holistik

Dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai delapan indikator capaian PAUDHI yang diharapkan dapat diterapkan dan diperkuat pada satuan PAUD.

Delapan indikator tersebut meliputi:

1. Kelas Orang Tua

Kelas orang tua menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman keluarga mengenai pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Orang tua perlu memiliki pengetahuan yang memadai agar dapat memberikan stimulasi, pengasuhan, perlindungan, serta lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan anak.

Melalui kelas orang tua, satuan PAUD diharapkan tidak hanya berfokus kepada anak, tetapi juga membangun kemitraan dengan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

2. Pemantauan Pertumbuhan Anak

Pertumbuhan anak perlu dipantau secara berkala. Pemantauan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi fisik anak, termasuk apabila terdapat indikasi masalah pertumbuhan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Karena itu, satuan PAUD perlu membangun koordinasi dengan pihak terkait agar pemantauan pertumbuhan dapat dilakukan secara teratur dan hasilnya dapat menjadi dasar tindak lanjut.

3. Pemantauan Perkembangan Anak

Selain pertumbuhan fisik, perkembangan anak juga harus menjadi perhatian. Perkembangan anak mencakup berbagai aspek yang perlu diamati secara berkesinambungan sesuai dengan tahap usia anak.

Pemantauan perkembangan membantu pendidik dan orang tua mengenali kebutuhan anak secara lebih dini sehingga stimulasi maupun pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan.

4. Koordinasi Lintas Sektor Terkait Kesehatan Anak

Kesehatan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pengembangan anak usia dini. Karena itu, diperlukan koordinasi antara satuan PAUD dengan sektor kesehatan dan OPD terkait.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan anak memperoleh akses terhadap informasi, pemantauan, serta layanan kesehatan yang dibutuhkan.

5. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan positif anak.

Penerapan PHBS juga membutuhkan dukungan lingkungan satuan PAUD dan keluarga agar kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga berlanjut di rumah.

6. Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Pemenuhan kebutuhan gizi menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pemberian makanan tambahan merupakan salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan melalui kolaborasi satuan PAUD dengan pihak terkait.

Namun, edukasi mengenai makanan bergizi juga perlu diberikan kepada orang tua sehingga pemenuhan gizi anak dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.

7. Pendampingan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Pendampingan KIA merupakan bagian penting dalam memastikan anak dan keluarga memperoleh perhatian terhadap aspek kesehatan. Kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, dan sektor kesehatan diperlukan agar informasi dan layanan terkait kesehatan ibu dan anak dapat tersampaikan dengan baik.

8. Pemenuhan Sanitasi dan Air Bersih

Lingkungan yang sehat merupakan salah satu prasyarat penting bagi penyelenggaraan layanan PAUD yang berkualitas. Ketersediaan sanitasi yang layak serta air bersih harus menjadi perhatian bersama.

Satuan PAUD tidak cukup hanya memiliki ruang belajar yang nyaman. Lingkungan sekolah juga harus mendukung kesehatan dan keselamatan anak melalui fasilitas sanitasi dan akses air bersih yang memadai.

Membangun Kesamaan Pemahaman di Satuan PAUD

Kegiatan peningkatan kapasitas ini menjadi momentum untuk membangun kesamaan pemahaman di antara kepala satuan PAUD, pendidik, pengawas, dan penilik mengenai pentingnya penerapan PAUDHI.

Pemahaman yang sama diperlukan agar delapan indikator tersebut tidak sekadar menjadi daftar capaian administratif, tetapi benar-benar diterjemahkan ke dalam layanan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh anak dan keluarga.

Pendidik PAUD memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan anak dan orang tua. Namun, pendidik juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar kebutuhan anak dapat ditangani secara menyeluruh.

Dalam kerangka PAUDHI, satuan pendidikan dapat menjadi salah satu titik penggerak koordinasi.

Ketika ditemukan kebutuhan tertentu pada anak, satuan PAUD dapat membangun komunikasi dan koordinasi dengan keluarga maupun pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan untuk memberikan layanan.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Pengembangan anak usia dini secara holistik-integratif pada dasarnya menempatkan anak sebagai pusat layanan. Setiap sektor memiliki peran yang saling melengkapi.

Sektor pendidikan berperan dalam memberikan layanan pendidikan dan stimulasi perkembangan. Sektor kesehatan berperan dalam mendukung kesehatan serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Sektor lain juga memiliki kontribusi sesuai dengan tugas dan kewenangannya, termasuk dalam aspek lingkungan, sanitasi, perlindungan, pemberdayaan keluarga, dan pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Karena itu, peningkatan capaian PAUDHI membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial atau pelatihan.

Semakin kuat kolaborasi antarsektor, semakin besar peluang terbangunnya ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dari Satuan PAUD untuk Masa Depan Anak

Usia dini merupakan periode penting dalam kehidupan seorang anak. Pada masa ini, anak membutuhkan lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, serta memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Pendidikan yang baik perlu berjalan bersama dengan kesehatan yang baik, gizi yang cukup, pengasuhan yang tepat, lingkungan yang sehat, serta keterlibatan keluarga.

Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Capaian 8 Indikator PAUDHI ini, Pemerintah Kota Bukittinggi mendorong seluruh satuan PAUD dan pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan layanan yang lebih menyeluruh kepada anak.

PAUDHI pada akhirnya bukan sekadar tentang berapa banyak indikator yang berhasil dicapai, tetapi bagaimana setiap indikator tersebut diwujudkan menjadi layanan nyata yang memberikan dampak positif bagi kehidupan anak.

Dengan sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, keluarga, dan berbagai sektor terkait, diharapkan ekosistem layanan anak usia dini di Kota Bukittinggi semakin kuat.

Anak-anak tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi peserta didik yang mampu mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi anak yang sehat, berkembang sesuai potensinya, memiliki kebiasaan hidup sehat, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta berada dalam lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

PAUDHI adalah kerja bersama. Ketika seluruh sektor bergerak bersama, pemenuhan hak dan kebutuhan dasar anak dapat dilakukan secara lebih utuh, terintegrasi, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....