Hari Kedua PBAK, Mahasiswa Baru UIN Bukittinggi Dapatkan Beragam Materi Penting
- 20 Agt 2026 17:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID Bukittinggi — Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Kamis (20/08/2026), di Auditorium Student Center, diisi dengan berbagai materi penting sebagai bekal bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan dunia perkuliahan, tetapi juga menyentuh pemanfaatan teknologi informasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta berbagai persoalan penyakit masyarakat yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Sejumlah narasumber hadir memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru, di antaranya Ketua LP2M UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal, Kepala UPT TIPD UIN Bukittinggi Haris Sandra, S.Kom, Kapus PSGA LP2M UIN Bukittinggi Dr. Linda Yarni, serta Khairul Anwar, MH, Dosen UIN Imam Bonjol Padang.
Ketua LP2M UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal dalam materinya menjelaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian yang dilakukan dosen. Menurutnya, regulasi penelitian di perguruan tinggi mengharuskan adanya keterlibatan mahasiswa sehingga tercipta kolaborasi antara dosen dan mahasiswa.
“Dalam regulasi penelitian dosen di perguruan tinggi, setiap dosen dalam kegiatan penelitiannya mesti melibatkan mahasiswa. Jadi di sini letaknya kolaborasi penelitian yang dilakukan dosen bersama mahasiswanya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma lainnya dan melibatkan seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga alumni.
Salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut, kata Dr. Muhiddinur Kamal, adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPT TIPD UIN Bukittinggi Haris Sandra, S.Kom menyampaikan materi mengenai layanan Teknologi Informasi dan Pengolahan Data (TIPD).
Ia menjelaskan, TIPD merupakan unsur penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan yang memiliki tugas dalam pengelolaan dan pengembangan sistem teknologi informasi serta pangkalan data di lingkungan UIN Bukittinggi.

Melalui materi tersebut, mahasiswa baru diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang proses perkuliahan maupun berbagai aktivitas akademik selama menempuh pendidikan di UIN Bukittinggi.
Materi berikutnya disampaikan Kapus PSGA LP2M UIN Bukittinggi Dr. Linda Yarni yang membahas pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan, termasuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah prinsip PPKS, di antaranya penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia, non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi korban, keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum.
Menurut Dr. Linda Yarni, pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa.

Karena itu, lingkungan kampus harus dijaga secara bersama-sama agar menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Selanjutnya, Khairul Anwar, MH, Dosen UIN Imam Bonjol Padang memberikan materi mengenai pencegahan penyakit masyarakat. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak terjerumus ke dalam berbagai persoalan sosial yang dapat merusak kehidupan pribadi maupun masa depan generasi muda.
Sejumlah persoalan seperti narkoba, judi online dan berbagai penyakit masyarakat lainnya menjadi perhatian dalam materi tersebut.
“LGBT, narkoba, prostitusi adalah perbuatan penyimpangan masyarakat atau penyakit masyarakat yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak cukup menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja dalam menindak perbuatan penyakit masyarakat tersebut,” ujarnya.
Khairul Anwar juga mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya narkoba seperti ganja, sabu, ekstasi dan heroin yang peredarannya perlu dicegah secara bersama-sama.
Selain narkoba, mahasiswa juga diingatkan terhadap bahaya judi online yang semakin mudah diakses melalui perangkat digital.
“Judol bukanlah solusi, dan harus dihindari,” tegasnya.
Berbagai materi pada hari kedua PBAK 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi kehidupan kampus. PBAK tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan lingkungan akademik, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengabdian, menjaga kampus dari kekerasan serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Dengan pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadi generasi muda yang mampu menjaga diri, lingkungan kampus dan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....