Sejarah Radio Republik Indonesia
- 09 Sep 2026 20:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,BUKITTINGGI; Radio mempunyai peran dalam informasi di masa proklamasi kemerdekaan dan masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Radio menjadi alat tercepat dan tersingkat dimasa dalam memberikan tuntutan, pemeberitahuan, dan perintah kepada rakyat.
Maka dari itu tumbuh pemikiran untuk menguasai radio demi kepentingan pemerintah Republik Indonesia yang sebelumnya dikuasai oleh Jepang, , dan juga untuk membentuk sebuah organisasi Radio Nasional.
Pada saat itu disepakatilah untuk membuat sebuah konfrensi para wakil dari stasiun stasiun radio yang ada di Jawa untuk berkumpul diJakarta pada tanggal 10 September 1945.
Para tokoh yang berkecimpung dibidang radio yang datang dalam pertemuan tersebut antara lain, Adang Kadarusman, Syawal Mochtarudin, dan Tjatja dari studio Jakarta, dari studio Bandung hadir Sakti Almasyah,R.A Darya dan agus Marah Sutan. Rapat yang di adakan tersebut berjalan dengan tertib dibawah pimpinan rapat, dr.Abdurachman Saleh.
Dalam pertemuan rapat tersebut dibahaslah gagasan dan konsepsi mendasar tentang perjuangan para pegawai radio yang berjuang bersama rakyat untuk Republik Indonesia. Diantara hasil penting yang di dapat yaitu, Radio Republik Indonesia adalah badan nasional penyiaran radio yang bersifat persatuan, kemudian ditetapkannya tanggal 11 September sebagai hari berdirinya RRI (Radio Republik Indonesia).,
Dr. Abdurachman Saleh ditetapkan sebagai pemimpin umum RRI, berdirinya studio pada saat itu seperti, di Jakarta, Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Surakarta, Semarang,Surabaya, Malang.
Dimasa awal berdirinya RRI memiliki beberapa program perjuangan yaitu, penguasaan pemancar dan alat radio dari tangan Jepang, mempersiapkan pemancar gerliya mobile untuk kelangsungan siaran RRI, mengobarkan semangat kemerdekaan dan jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 kepada seluruh rakyat dan menyebarluaskan ke seluruh dunia tentang cita cita dan perjuangan bangsa Indonesia yang sudah merdeka.
Begitu pentingnya radio sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan informasi di masa ini membuat para tokoh radio pun berjuang dengan penuh integritas melalui jalur komunikasi.
Radio Republik Indonesia merupakan media perjuangan dan menjadi semangat perlawanan rakyat dan alat pertahanan saat mempertahankan kedaulatan dari ancaman Sekutu dan Belanda. RRI mengusung semangat ''Sekali di Udara Tetap di Udara'' yang menjadi janji setia pengingat Radio untuk terus mengawal kemerdekaan.(ELB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....