Menanamkan Jiwa Kepedulian Bencana pada Pelajar
- 30 Agt 2026 20:31 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pendidikan kemanusiaan perlu diintegrasikan ke dalam aktivitas belajar agar siswa memiliki kepekaan terhadap penderitaan sesama manusia. Pelibatan pelajar dalam merespon situasi pascabencana merupakan sarana efektif untuk menggembleng empati sejak dini, Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Sekolah Alam Bukittinggi, Nurza Febrianto saat berdialog pada program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi.
Melalui wadah kegiatan sosial, para siswa diajak mengambil peran aktif membantu korban bencana sesuai dengan batas kemampuan mereka.
"Untuk levelnya pelajar atau siswa kita libatkan dalam penyiapan bantuan natura di lokasi,” ungkapnya.
Siswa jenjang menengah dilatih menyiapkan paket bantuan logistik serta mengorganisir barang yang akan disalurkan kepada penyintas. Pengalaman ini mendidik mereka untuk memahami arti penting berbagi dan peduli terhadap kesulitan hidup orang lain.
Selain bantuan fisik, Nurza menerangkan bahwa beberapa siswa juga diajak berinteraksi langsung untuk menghibur anak-anak di area terdampak bencana. Aktivitas bermain bersama ini menjadi sarana belajar empati yang sangat berharga bagi pembentukan karakter mereka.
Seluruh proses keterlibatan dalam aksi sosial dilakukan di bawah pengawasan ketat dengan memperhitungkan keselamatan peserta didik. Prosedur penanganan risikonya dirancang matang agar aktivitas aksi kemanusiaan siswa berjalan lancar dan aman.
Keterlibatan langsung dalam aksi kemanusiaan membentuk jiwa pelajar yang tanggap, peduli, serta berjiwa kepemimpinan tinggi. Pembelajaran ini membuktikan bahwa edukasi terbaik adalah edukasi yang menggerakkan hati untuk memberi manfaat nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....