AI Makin Dekat dengan Kehidupan, Saatnya Kita Menggunakannya dengan Bijak

  • 23 Agt 2026 20:37 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kecerdasan artifisial atau AI semakin dekat dengan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Teknologi ini digunakan untuk belajar, bekerja, membuat konten, hingga membantu berbagai kebutuhan praktis.

Pemerintah mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen.

Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas nasional.

Kemudahan tersebut membuat masyarakat dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih cepat.

Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk memeriksa hasil dan mempertimbangkan dampaknya.

Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya literasi AI agar masyarakat menggunakannya secara bijak.

“Memahami dan menggunakannya secara bijak” menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Salah satu langkah penting adalah tidak langsung mempercayai jawaban yang diberikan AI.

Pengguna perlu memeriksa fakta melalui sumber terpercaya sebelum menyebarkan atau menggunakan informasi tersebut.

AI juga sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Keputusan penting tetap membutuhkan pertimbangan, pengalaman, dan tanggung jawab dari penggunanya.

UNESCO menempatkan kemampuan berpikir kritis, etika, dan kendali manusia sebagai kompetensi penting menghadapi era AI.

Kerangka kompetensi tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami peluang sekaligus risiko AI.

Dalam dunia pendidikan, AI dapat membantu siswa mencari ide dan memahami materi pembelajaran.

Namun, siswa tetap perlu mengembangkan kemampuan menulis, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Dalam pekerjaan, AI dapat membantu menyusun dokumen, mengolah informasi, dan menghasilkan berbagai ide.

Pengguna tetap perlu memastikan hasilnya sesuai kebutuhan, akurat, dan tidak melanggar aturan.

Aspek keamanan data juga perlu diperhatikan ketika menggunakan berbagai layanan berbasis AI.

Hindari memasukkan data pribadi, informasi rahasia, atau dokumen sensitif tanpa memahami kebijakan layanan.

Indonesia telah memiliki pedoman etika kecerdasan artifisial melalui Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023.

Pedoman tersebut menekankan prinsip etika, kehati-hatian, keselamatan, dan dampak positif penggunaan AI.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kemampuan menggunakan AI tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi.

Literasi digital, kreativitas, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis tetap menjadi bekal penting.

AI seharusnya membantu manusia bekerja lebih efektif tanpa menghilangkan tanggung jawab dalam setiap keputusan.

Dengan penggunaan yang bijak, teknologi dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang baru.

Pada akhirnya, perkembangan AI tidak perlu dihadapi dengan rasa takut atau penolakan.

Masyarakat perlu belajar menggunakannya secara cerdas, kritis, aman, dan tetap berorientasi pada kepentingan manusia. (APS/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....