SMK Genus Bukittinggi Bangga Lulusannya Dipinang Dunia Kerja Ketimbang Lulus PTN

  • 16 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Sebanyak 142 siswa SMK Genus Bukittinggi dari tiga program keahlian, yakni Layanan Kesehatan, Teknologi Farmasi, dan Usaha Layanan Pariwisata, resmi mengucapkan janji sekaligus dilepas untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2026, Kamis (16/7/2026), di Istana Bung Hatta, Bukittinggi.

Para siswa akan menjalani PKL di berbagai rumah sakit, apotek, klinik, Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW), serta industri pariwisata yang tersebar di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi hingga Malaysia dan Thailand

Kegiatan dibuka oleh Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat Willia Zuwerni, S.Pd., M.Si serta dihadiri Kepala SMK Genus Bukittinggi, Dr. H. Defi Endri, M.M.Pd, Kepala Sekolah INGG Meswardi Hendra,JF.IB, Kepala Sekolah SMK Genus Padang Rina,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Adrian, SKM.,MKM, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Pelayanan Penunjang RSOMH Bukittinggi dr. Sofni Sarmen,Sp.A., M.Biomed, Kasi SMK Cabang I Dinas Pendidikan Sumbar, Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar Dr. Rezky Januar, S.Kom., M.Par, serta sejumlah mitra dunia usaha dan industri.

Dalam arahannya, Dr. H. Defi Endri,MM.Pd menegaskan bahwa memasuki dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga karakter dan keterampilan komunikasi.

Menurutnya, siswa harus mampu membangun branding diri, memiliki public speaking yang baik, memperluas networking, menjaga penampilan (best performance) serta memahami etika memperkenalkan diri atau law of introduction.

"Bermimpilah setinggi-tingginya, tetapi mimpi itu harus diwujudkan melalui komitmen dan kerja keras. Kita ingin melahirkan SDM Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas," ujarnya.

Bangga Dipinang Dunia Industri

Dalam kesempatan itu, Defi Endri menyampaikan pandangan yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi di SMK Genus.

Ia menegaskan bahwa sekolah lebih bangga apabila lulusan langsung dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri dibanding sekadar banyak diterima di perguruan tinggi.

"Kami tidak bangga jika hanya banyak siswa yang lulus ke perguruan tinggi. Kebanggaan kami justru ketika lulusan SMK Genus banyak dipinang oleh dunia usaha dan industri, bahkan mampu menjadi wirausahawan," tegasnya.

Menurutnya, pengalaman PKL menjadi pintu utama bagi siswa untuk menunjukkan kualitas diri kepada perusahaan.

"Kalau ingin dipinang perusahaan, salah satunya melalui Prakerin. Banyak pengalaman yang tidak diperoleh di sekolah, tetapi justru didapat dan ditangkap ketika berada langsung di dunia usaha dan industri."

Ia juga mengingatkan para peserta PKL agar selalu mengedepankan sikap melayani.

"Kita adalah pelayan, bukan ingin dilayani. Tampilkan greeting yang baik, penampilan terbaik, jangan cengeng, siap menerima kritik, kaki harus ringan melangkah, tangan ringan membantu, kreatif, dan memiliki best performance."

Menurutnya, khusus bidang kesehatan, pelayanan prima menjadi nilai utama selain keterampilan yang dimiliki.

Kurikulum Harus Diimbangi Adaptasi Kerja

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Pelayanan Penunjang RSOMH Bukittinggi, dr. Sofni Sarmen, Sp.A., M.Biomed, menilai program PKL menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja.

Ia mengatakan, dunia industri tidak memenuhi tuntutan kurikulum yang dipelajari di sekolah, tetapi juga kemampuan beradaptasi, komunikasi, disiplin dan etos kerja para siswa.

ASITA: Lulusan SMK Genus Mudah Dibina

Wakil Ketua I DPD ASITA Sumatera Barat, Dr. Rezky Januar, S.Kom., M.Par, mengapresiasi pelaksanaan PKL yang rutin dilakukan SMK Genus.

Menurutnya, industri pariwisata membutuhkan lulusan yang kompeten dan mudah beradaptasi.

Ia berpesan agar siswa tidak ragu bertanya kepada pembimbing selama menjalani PKL.

"Rajinlah bertanya, bangun sinergi dengan pembimbing. Pengalaman kami, siswa SMK Genus memiliki semangat belajar tinggi dan mudah diarahkan sehingga menjadi nilai lebih dibandingkan sekolah lain."

Dinkes: Peluang Kerja Tenaga Kesehatan Masih Terbuka

Mewakili Wali Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Adrian,SKM.,MKM menyebut lulusan SMK Genus memiliki peluang besar mengisi kebutuhan tenaga kesehatan.

Ia bahkan mengungkapkan masih banyak kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia.

"Saat ini masih banyak kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk psikolog klinis dan fisioterapis di berbagai puskesmas. Ini menjadi peluang besar bagi lulusan yang memiliki kompetensi."

Pemprov Sumbar Apresiasi Pembekalan PKL

Sementara itu, Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumbar Willia Zuwerni,S.Pd.M.Si memberikan apresiasi kepada SMK Genus yang membekali siswa secara matang sebelum diterjunkan ke dunia kerja.

Menurutnya, teori yang diperoleh di sekolah akan berbeda dengan kondisi nyata di lapangan dan jangan jadi beban pengangguran

Karena itu siswa harus mampu bekerja sama, berkomunikasi, aktif berinteraksi dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Minangkabau, termasuk pedoman Kato Nan Ampek, sebagai bekal dalam membangun hubungan profesional dan SMK Genus telah mempersiapkan peserta didik secara matang sebelum terjun ke dunia kerja bahkan tahun ini peminat SMK lebih banyak siswa masuk ketimbang SMA….

Melalui PKL ini, SMK Genus Bukittinggi berharap para siswanya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi sehingga mendapat kesempatan direkrut langsung oleh rumah sakit, klinik, apotek maupun industri pariwisata setelah menyelesaikan pendidikan.

Filosofi itulah yang terus dipegang sekolah, yakni lebih bangga melihat lulusan dipinang dunia kerja daripada sekadar diterima di perguruan tinggi.

Acara ditutup pembacaan Doa bersama oleh Ustadz Yendri Saputra,M.Pd. (JM/RRi BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....