Rektor UIN Bukittinggi Tegaskan Kabag TU Penentu Masa Depan Kampus

  • 08 Jul 2026 07:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi – Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan empat pejabat Administrator di lingkungan UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Rabu (8/7/2026). Momentum ini bukan sekadar pergantian pejabat, tetapi menjadi tonggak penguatan tata kelola perguruan tinggi menuju pelayanan akademik yang semakin profesional, inovatif, dan berorientasi pada kualitas lulusan.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Hj. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., yang menegaskan bahwa jabatan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) memiliki peran strategis dalam menentukan arah kemajuan setiap fakultas.

Empat pejabat Administrator yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya yakni:

  • Sasmiarti, S.Ag., S.IP., M.H. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Syariah.
  • Yusra N, S.E. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
  • Melvita, S.Ag., M.E. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
  • Drs. Zoher Ahmad, M.H. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.

Dalam sambutannya, Prof. Silfia Hanani mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat tersebut bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Menurutnya, seluruh proses telah melalui berbagai tahapan, mulai dari penilaian kompetensi, rekam jejak, hingga pertimbangan yang matang.

"Terpilih dan diangkatnya Bapak dan Ibu sebagai Kepala Bagian Tata Usaha hari ini melalui proses yang panjang. Jabatan ini bukan hanya amanah administratif, tetapi memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi ke depan," tegasnya.

Rektor berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menghadirkan semangat baru di lingkungan kerja masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa perpindahan jabatan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, termasuk menjaga keberlanjutan administrasi dan dokumentasi yang telah dibangun sebelumnya.

"Saya memberikan kepercayaan kepada Bapak dan Ibu untuk menghadirkan arah baru. Tinggalkan tempat lama dengan baik dan jalankan amanah di tempat yang baru dengan penuh dedikasi. Pastikan seluruh arsip dan administrasi tidak hilang, tetapi diteruskan dengan baik kepada pejabat yang menggantikan sehingga tidak menghambat pelayanan," pesannya.

Lebih jauh, Prof. Silfia menekankan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya terletak pada pengelolaan administrasi, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis kepada seluruh sivitas akademika, terutama mahasiswa.

Ia meminta seluruh Kabag TU yang baru agar terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, dan menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.

"Teruslah memacu kinerja, tingkatkan inovasi, dan berikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa. Kecepatan pelayanan memang penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana pelayanan itu mampu mendukung lahirnya lulusan yang berkualitas," ujarnya.

Menurut Rektor, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya mahasiswa yang lulus tepat waktu, melainkan dari kualitas lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, memiliki integritas, kompetensi, dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Jangan sampai mahasiswa hanya cepat tamat. Yang harus kita wujudkan adalah mahasiswa yang tamat dengan kualitas terbaik, memiliki daya saing, siap memasuki dunia kerja, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya.

Ia juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif terhadap perubahan, serta menjadikan pelayanan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat, disaksikan jajaran pimpinan universitas, para dekan, pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan. Momen pengambilan sumpah jabatan menjadi simbol dimulainya amanah baru yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola UIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (JM/RRi BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....