Pondok Pesantren Al-Makmur Tunggkar Siapkan Santri Hadapi Era Society 5.0
- 30 Jun 2026 16:08 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Kab 50 Kota – Pondok Pesantren Al-Makmur Tunggkar di Nagari Tunggkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, menggelar Lokakarya Kurikulum Berbasis Cinta, Selasa (30/6). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi,MA sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di era transformasi digital.
Pembukaan lokakarya turut dihadiri Kepala KUA Kecamatan Situjuah Limo Nagari, pengurus yayasan, tenaga pendidik, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam arahannya, H. Eri Iswandi,MA menegaskan bahwa dunia pendidikan pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era Society 5.0 yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, pendidik masa kini dituntut memiliki kompetensi abad ke-21 atau 6C, yakni karakter (character), kewarganegaraan (citizenship), berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kolaborasi (collaboration), dan komunikasi (communication).

"Era Society 5.0 ditandai dengan kemajuan teknologi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Kehadiran Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menjawab kebutuhan kecakapan abad ke-21 tersebut," ujar Eri Iswandi.
Ia menjelaskan, lokakarya ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan karakter generasi saat ini.
Menurutnya, para santri yang saat ini berasal dari Generasi Z telah akrab dengan teknologi sejak lahir, sehingga guru dituntut mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
"Kemajuan teknologi harus dijadikan instrumen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di pondok pesantren. Guru harus terus berinovasi dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi," katanya.
Selain itu, Eri Iswandi menyampaikan bahwa keberadaan Undang-Undang Pondok Pesantren beserta berbagai kebijakan penguatan kelembagaan menjadi momentum penting bagi pesantren untuk semakin memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota bersama DPRD dan Kementerian Agama tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penguatan Pondok Pesantren.
"Lahirnya Peraturan Daerah tersebut merupakan bentuk afirmasi negara terhadap eksistensi pondok pesantren sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia," jelasnya.
Pada akhir sambutannya, Kepala Kemenag mengajak seluruh civitas akademika Pondok Pesantren Al-Makmur Tunggkar untuk mendukung program Ekoteologi, salah satu program prioritas Kementerian Agama, melalui pembentukan pesantren yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, ekoteologi merupakan perpaduan antara nilai-nilai spiritual Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Konsep tersebut menempatkan pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Ia optimistis Pondok Pesantren Al-Makmur Tunggkar mampu menjadi pelopor atau lokomotif pesantren berwawasan lingkungan di Kabupaten Lima Puluh Kota melalui penerapan gaya hidup ramah lingkungan di kalangan santri dan seluruh warga pesantren. (APP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....