Kakanwil Kemenag Sumbar: Al Zamriyah Rahimnya Penghafal Al-Qur’an

  • 23 Mei 2026 07:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Sarilamak - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, menyebut Pondok Pesantren Al-Qur’an Al Zamriyah sebagai “rahimnya penghafal Al-Qur’an” saat menghadiri Haflah Akhirussanah di Nagari Simalanggang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (23/5).

Kedatangan Kakanwil Kemenag Sumbar didampingi Plh Kepala Kantor Kemenag Lima Puluh Kota, H. Irwan, beserta rombongan disambut meriah oleh civitas Ponpes Al Zamriyah. Turut hadir Ketua Baznas Lima Puluh Kota, Kepala KUA Kecamatan Payakumbuh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, DR. H. Irwan,M.Ag menyampaikan apresiasi atas kiprah Ponpes Al Zamriyah dalam melahirkan generasi Qurani yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

“Al Zamriyah telah memainkan peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia paripurna yang mampu bersaing di era globalisasi tanpa kehilangan jati diri sebagai santri,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Kemenag Lima Puluh Kota dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pondok pesantren. Menurutnya, saat ini DPRD, Pemerintah Daerah, dan Kemenag Lima Puluh Kota tengah menyelesaikan tahap akhir Rancangan Peraturan Daerah tentang Pondok Pesantren.

“Insyaallah sebelum akhir tahun, Perda Pondok Pesantren akan disahkan sebagai bentuk afirmasi pemerintah terhadap eksistensi pendidikan pesantren,” katanya.

Terkait program tahfidz, H. Irwan menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir seluruh lulusan madrasah dan pondok pesantren di Lima Puluh Kota diwajibkan menghafal Al-Qur’an minimal satu juz.

“Hingga kini telah lahir ribuan penghafal Al-Qur’an melalui madrasah dan pondok pesantren. Al Zamriyah menjadi salah satu lokomotif utama yang setiap tahun melahirkan hafidz dan hafidzah 30 juz,” jelasnya.

Sementara itu, H. Mustafa,MA mengaku bangga atas perkembangan pesat Ponpes Al Zamriyah, baik dari sisi sarana pendidikan maupun kualitas layanan pendidikan.

“Al Zamriyah merupakan gudangnya penghafal Al-Qur’an. Setiap tahun mampu melahirkan santri hafal 30 juz melalui sistem pendidikan yang terukur dan terprogram dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Generasi Qurani adalah bagian penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Saya yakin Al Zamriyah akan berkembang menjadi episentrum pendidikan Al-Qur’an di tingkat regional, nasional hingga internasional,” tambahnya.

Kakanwil juga menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam perjuangan dan pembangunan bangsa. Menurutnya, lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi bentuk pengakuan dan dukungan negara terhadap eksistensi pesantren di Indonesia.

Di kesempatan terpisah, Pimpinan Yayasan Pendidikan Al Zamriyah, H. Ihsan Nuzila, menjelaskan bahwa wisuda tahfidz merupakan agenda tahunan pondok pesantren.

“Hari ini sebanyak 67 santri mengikuti prosesi wisuda tahfidz, dan tujuh santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menegaskan Ponpes Al Zamriyah akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik di bidang akademik maupun penguatan karakter kepesantrenan dan Al-Qur’an.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....