UNP Hadirkan Konseling Lintas Budaya di MKS Bukittinggi
- 26 Jun 2026 08:00 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Keberagaman budaya bukan lagi sekadar menjadi warna dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan yang harus dipahami oleh para calon konselor profesional. Berangkat dari semangat itulah, Program Studi Pendidikan Profesi Konselor Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Konseling Lintas Budaya di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi, pada 26 – 28 Juni 2026.

Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Konselor UNP dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera Barat, Pontianak, Bali, hingga Banten, mengikuti kegiatan yang mengusung tema "Culture-Connect: Beda Suku, Beda Suara, Satu Rasa; Membangun Lingkungan yang Damai dan Saling Menghargai."
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Mandiangin Koto Selayan (MKS) Bukittinggi Fachrul Razi.,S.E.M.M.Kp.Datuak Parpatiah, serta dihadiri Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Konselor UNP, Dr. Nurfarhanah, M.Pd., Kons, bersama jajaran dosen dan 4 orang Profesor pendamping, diantaranya; Prof. Dr. Yenni Karneli.,M.Pd., Kons dan Prof. Dr. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons.
Dalam sambutannya, Camat Fachrul Razi menyambut baik dipilihnya Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga membawa energi positif bagi warga.
"Kami berharap para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kehidupan sosial yang sesungguhnya, serta belajar bagaimana membangun komunikasi yang harmonis di tengah keberagaman budaya," ujarnya.


Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Konselor UNP Dr. Nurfarhanah,M.Pd.Kons menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembentukan kompetensi konselor profesional yang mampu menghadapi klien dari berbagai latar belakang budaya.
"Seorang konselor tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan budaya. Ketika nanti mereka memberikan layanan konseling, mereka akan berhadapan dengan individu yang memiliki adat, bahasa, nilai, dan kebiasaan yang berbeda. Karena itu, kemampuan memahami keberagaman menjadi bekal yang sangat penting agar solusi dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran," jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat menjadi laboratorium nyata yang tidak bisa sepenuhnya diperoleh di ruang kuliah.
Tidak hanya memperkaya wawasan budaya, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Program Studi Pendidikan Profesi Konselor UNP dengan Pemerintah Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Guguak Bulek, dan Campago Ipuah.

Penandatanganan dilakukan oleh Lurah Kubu Gulai Bancah Indra Sukma, Plh Lurah Guguak Bulek Ferizal, SH Dt. Palimo, serta Plh Lurah Campago Ipuah Thariq,S.STP
disaksikan Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Konselor UNP, Camat MKS Fachrul Razi.,S.E.M.M.Kp.Datuak Parpatiah dan Ketua TP PKK Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.



Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan berbagai program pengabdian masyarakat, layanan konseling, hingga pendampingan sosial yang mampu memperkuat ketahanan keluarga dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.


Melalui kegiatan ini, UNP tidak hanya membentuk calon konselor yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan tenaga profesional yang mampu menjembatani perbedaan, merawat keberagaman, dan menumbuhkan harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. (JM/RRI BKT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....