Sains dan Agama Padu, UIN Bukittinggi-USAS Berkolaborasi

  • 26 Jun 2026 13:35 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Jakarta - Memisahkan ilmu agama dari perkembangan sains dan teknologi dinilai kian relevan memicu krisis disorientasi moral di era modern. Sebaliknya, kemajuan teknologi tanpa jangkar spiritual dan nilai kemanusiaan berisiko menjadi destruktif. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat standardisasi integrasi keilmuan di Asia Tenggara.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan di sela-sela agenda Annual General Meeting Asian Islamic University Association (AIUA) yang berlangsung pada 23–25 Juni 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. USAS hadir selaku salah satu institusi pendiri sekaligus sekretariat AIUA, sementara UIN Bukittinggi merupakan anggota aktif yang konsisten memperluas jejaring internasional.

Seremonial ini dihadiri langsung oleh Naib Canselor USAS Prof Dato Dr Wan Sabri Bin Wan Yusof, Prof. Dr. Shamsul Jamali bin Yeob, Timbalan Canselor Urusan Akademik dan Riset, dan Dr. Salina binti Khalid, sekretariat eksekutif AIUA. Sementara dari pihak UIN Bukittinggi diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr H Edi Rosman serta Kepala Pusat Hubungan Internasional Dr H Irwandi.

Kedua institusi sepakat bahwa urgensi mengawinkan nilai-nilai Islam dengan sains, teknologi, dan ilmu kemanusiaan sudah berada pada tahap krusial untuk mencetak generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Kesamaan falsafah ini tidak lagi sekadar menjadi menara gading teoretis, melainkan langsung diturunkan ke dalam berbagai program akademik konkret.

Keragaman agenda yang disiapkan meliputi kolaborasi riset lintas disiplin, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan kurikulum inklusif demi melahirkan lulusan berdaya saing global yang memiliki kedalaman spiritual.

Secara terpisah, Rektor UIN Bukittinggi Prof Silfia Hanani menyambut positif kemitraan strategis ini. Menurut beliau, kolaborasi ini merupakan ikhtiar nyata untuk menjawab tantangan global melalui model pendidikan yang menyatukan kecanggihan teknologi dengan keluhuran spiritual.

Kesamaan antara visi dan falsafah keilmuan yang dianut UIN Bukittinggi dan USAS diharapkan mampu mengakselerasi internasionalisasi kampus sekaligus melahirkan ekosistem akademik yang membawa kemaslahatan bagi semesta (Rahmatan lil 'Alamin).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....