UIN Bukittinggi Perluas Jejaring Akademik di Forum AIUA
- 25 Jun 2026 05:43 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Melalui momentum Forum Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu s.d. Kamis (24-25/6/2026), UIN Bukittinggi resmi menyepakati kerja sama strategis dengan enam perguruan tinggi ternama dari Thailand dan Malaysia, serta sejumlah universitas Islam dalam negeri.
Delegasi UIN Bukittinggi dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Dr. Edi Rosman, didampingi Kepala Pusat Hubungan Internasional Dr. Irwandi. Langkah progresif ini mempertegas komitmen UIN Bukittinggi dalam mempercepat transformasi menuju rekognisi global.
Adapun enam mitra internasional baru tersebut meliputi International Islamic College Bangkok (IICB), Ibn Auf Institute of Technology (IIT), dan Yala Rajabhat University dari Thailand. Sementara dari Malaysia, kerja sama dijalin bersama Universiti Sultan Azlan Shah, IKDAR (Institut Kemahiran Islam Darul Ridzuan), serta Kolej Universiti Islam Antarabangsa Sultan Ismail Petra (KIAS) Kelantan.
Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, menegaskan keterlibatan ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Sebagai anggota resmi AIUA, UIN Bukittinggi berkomitmen kuat untuk selalu aktif dalam setiap agenda taktis asosiasi.
"UIN Bukittinggi konsisten mengambil peran aktif dan bergerak dinamis bersama universitas-universitas Islam lintas negara yang bernaung di bawah bendera AIUA," ujar Irwandi di sela-sela forum.
AIUA sendiri dibentuk pada April 2015 melalui Deklarasi Riau dalam Konferensi Rektor Universitas Islam di Pekanbaru. Saat ini, AIUA telah tumbuh menjadi episentrum jaringan raksasa universitas Islam di kawasan regional, mengonsolidasikan kekuatan akademik dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, hingga Kamboja.
Sinergi baru ini diproyeksikan akan langsung diimplementasikan melalui empat program kerja sama utama demi mendongkrak daya saing global. Keempat program tersebut adalah Islamic Quality Assurance (IQA) untuk standardisasi penjaminan mutu internasional, program pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset internasional serta penerbitan jurnal bersama, serta Roundtable Conference (RTC) sebagai forum tahunan para rektor dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan Islam di Asia.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani menyampaikan, lewat kerja sama multilateral ini, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di UIN Bukittinggi kini berada dalam peta jalan internasionalisasi. Langkah ini sekaligus menjadi jembatan untuk membawa nilai-nilai Islam inklusif dari Minangkabau ke panggung global.()
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....