Antara Takut dan Penasaran: Sisi Lucu Ketertarikan Mistis
- 18 Jun 2026 09:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang mengaku takut hal mistis, namun tetap penasaran. Fenomena ini sering memunculkan situasi lucu dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, seseorang menutup mata saat menonton horor, tetapi tetap mengintip. Perilaku ini menunjukkan konflik antara rasa takut dan rasa ingin tahu.
Psikolog menyebut hal ini sebagai dorongan ambivalen. Manusia bisa merasakan dua emosi bertentangan secara bersamaan.
Menurut penelitian dari Current Biology, rasa penasaran sering mengalahkan rasa takut. “Otak memberi penghargaan pada informasi baru meski terasa menegangkan,” tulis peneliti.
Hal lucu lainnya terlihat saat orang sengaja menonton horor bersama teman. Mereka merasa lebih berani meski tetap mudah terkejut.
Fenomena ini disebut social buffering dalam psikologi. Kehadiran orang lain dapat mengurangi rasa takut secara signifikan.
Menurut studi dari University of Chicago, berbagi pengalaman menakutkan meningkatkan rasa kebersamaan. “Ketakutan bersama bisa memperkuat hubungan sosial,” tulis laporan tersebut.
Selain itu, banyak orang suka membaca cerita mistis sebelum tidur. Padahal, mereka sendiri sering sulit tidur setelahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa manusia menikmati sensasi takut yang terkendali. Rasa aman membuat pengalaman menakutkan terasa lebih menarik.
Media sosial juga memperlihatkan sisi lucu ini. Banyak orang berbagi cerita mistis dengan gaya santai bahkan humoris.
Menurut laporan dari American Psychological Association, humor membantu mengurangi kecemasan. “Humor menjadi cara efektif menghadapi ketakutan,” tulis mereka.
Akhirnya, ketertarikan pada hal mistis bukan hanya soal takut. Ada sisi hiburan dan kebersamaan yang membuatnya terasa menyenangkan. (APS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....