Cara Menyimpan daging di Kulkas agar Tahan Lama

  • 19 Mei 2026 14:07 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menyimpan daging dengan benar sangat penting untuk menjaga kualitas, rasa, serta mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Daging yang disimpan sembarangan dapat cepat berubah warna, berbau, bahkan menimbulkan risiko kesehatan ketika dikonsumsi. Oleh karena itu, memahami teknik penyimpanan yang tepat menjadi langkah penting dalam menjaga kesegaran bahan makanan di rumah.

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan daging dalam kondisi segar sebelum disimpan. Pilih daging dengan warna alami, aroma normal, dan tekstur yang masih kenyal. Daging segar umumnya tidak berlendir dan tidak mengeluarkan bau menyengat. Semakin baik kualitas awal daging, semakin lama pula daya tahannya ketika berada di dalam kulkas maupun freezer.

Sebelum dimasukkan ke kulkas, daging sebaiknya dibungkus rapat menggunakan plastik khusus makanan, aluminium foil, atau wadah kedap udara. Pembungkusan yang baik membantu mengurangi paparan udara yang dapat mempercepat pembusukan. Selain itu, cara ini juga mencegah cairan daging menetes dan mencemari bahan makanan lain di dalam kulkas.

Suhu penyimpanan menjadi faktor utama agar daging tahan lama. Untuk penyimpanan biasa di chiller, suhu ideal berada di bawah 4 derajat Celsius. Sementara itu, jika ingin menyimpan lebih lama, daging sebaiknya diletakkan di freezer dengan suhu sekitar minus 18 derajat Celsius. Suhu dingin mampu memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas daging lebih stabil.

Pisahkan daging mentah dari makanan matang atau sayuran agar tidak terjadi kontaminasi silang. Simpan daging di rak bagian bawah kulkas supaya cairannya tidak menetes ke bahan lain. Kontaminasi silang sering menjadi penyebab penyebaran bakteri seperti Salmonella dan E. coli yang dapat membahayakan kesehatan keluarga.

Memberi label tanggal penyimpanan juga sangat dianjurkan agar pengguna mengetahui batas aman konsumsi daging tersebut. Daging ayam mentah biasanya bertahan satu hingga dua hari di chiller, sedangkan daging sapi dapat bertahan tiga hingga lima hari. Jika disimpan di freezer, masa simpannya bisa mencapai beberapa bulan tergantung jenis daging dan kualitas pembungkusannya.

Hindari terlalu sering membuka tutup freezer atau mencairkan daging berulang kali karena dapat merusak tekstur dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Ketika ingin menggunakan daging beku, pindahkan terlebih dahulu ke chiller agar proses pencairannya berlangsung perlahan dan lebih aman. Cara ini membantu menjaga kelembapan serta kualitas rasa daging setelah dimasak.(TW)

Jangan mencuci daging sebelum disimpan karena air dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan meningkatkan kelembapan pada permukaan daging. Banyak ahli keamanan pangan menyarankan daging langsung disimpan dalam kondisi kering dan baru dicuci saat akan dimasak. Kebiasaan mencuci daging sebelum penyimpanan justru dapat menyebarkan bakteri ke area dapur melalui percikan air.

Dengan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, daging dapat bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas maupun nilai gizinya. Kebersihan wadah, suhu kulkas yang stabil, serta pengemasan yang baik menjadi kunci utama menjaga kesegaran daging. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya membantu menghemat bahan makanan, tetapi juga menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. (TW/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....