Disertasi Doktor Samsurizal Hadirkan Inovasi Fast Charging Listrik

  • 10 Apr 2026 18:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Malang - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik dan teknologi energi. Samsurizal, dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN), resmi dinyatakan lulus dalam Ujian Tertutup Disertasi Program Doktor (S3) Teknik Elektro dan Informatika di Universitas Negeri Malang, Kamis (9/4) pukul 13.00 WIB.

Dalam sidang tersebut, Samsurizal mempresentasikan disertasi berjudul “Optimasi pada Vehicle Fast Charging to 20 kV Grid Berbasis DC Charging CHAdeMO Menggunakan Metode Thunderstorm Algorithm.” Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D. sebagai promotor dan Dr. Mohamad Rodhi Faiz, S.T., M.T. sebagai co-promotor.

Ujian berlangsung di ruang sidang Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dan dipimpin oleh Ketua Program Studi S3 Teknik Elektro dan Informatika, Ir. Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. Turut hadir sebagai penguji eksternal Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Politeknik Negeri Malang, serta penguji internal Prof. Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D., Sujito, S.T., M.T., Ph.D., dan Harits Ar Rosyid, S.T., M.T., Ph.D.

Keberhasilan ini menandai tuntasnya studi doktoral Samsurizal dengan fokus riset pada pengembangan teknologi pengisian cepat kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang lebih efisien, aman, serta ramah terhadap sistem kelistrikan.

Fokus pada Fast Charging dan Stabilitas Grid

Dalam penelitiannya, Samsurizal mengangkat tantangan utama dalam pengembangan kendaraan listrik, yakni bagaimana mempercepat proses pengisian daya tanpa merusak baterai dan tanpa mengganggu kestabilan jaringan listrik.

Teknologi fast charging berbasis arus searah (DC) memang mampu mempercepat waktu pengisian, namun juga membawa sejumlah tantangan, seperti peningkatan suhu baterai, percepatan degradasi atau penurunan State of Health (SoH), serta beban tinggi pada jaringan listrik tegangan menengah (20 kV).

Selain itu, integrasi teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) juga menjadi perhatian dalam riset ini. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya sebagai pengguna energi, tetapi juga sebagai penyimpan energi yang dapat menyalurkan listrik kembali ke jaringan saat dibutuhkan.

Inovasi Thunderstorm Algorithm

Sebagai solusi, Samsurizal mengusulkan penggunaan Thunderstorm Algorithm (TA), metode optimasi berbasis kecerdasan buatan yang terinspirasi dari fenomena badai petir.

Algoritma ini bekerja melalui tiga tahap utama, yakni Cloud Phase (pembentukan solusi awal), Streamer Phase (pencarian jalur optimal), dan Avalanche Phase (evaluasi serta konvergensi solusi).

Pendekatan ini dinilai mampu menyeimbangkan berbagai aspek penting dalam sistem fast charging, antara lain kecepatan pengisian baterai, umur pakai dan kesehatan baterai, stabilitas suhu, serta dampaknya terhadap jaringan listrik.

Kontribusi untuk Energi Berkelanjutan

Penelitian ini dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Beberapa manfaat yang dihasilkan antara lain peningkatan efisiensi dan keamanan sistem fast charging, memperpanjang umur baterai kendaraan listrik, menjaga stabilitas jaringan listrik 20 kV, serta mendorong implementasi smart grid dan energi terbarukan.

Selain itu, riset ini membuka peluang integrasi kendaraan listrik sebagai bagian dari sistem energi cerdas (smart energy system) dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Keberhasilan Samsurizal diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia, khususnya dalam aspek pengisian cepat dan integrasi dengan jaringan listrik nasional.

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, inovasi seperti yang dikembangkan dalam disertasi ini menjadi semakin penting untuk mewujudkan sistem energi yang efisien, stabil, dan berkelanjutan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....