UIN Bukittinggi Gabung Konsorsium Indonesia-Belanda Perkuat Moderasi Global

  • 11 Feb 2026 06:26 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.Iad,Bukittinggi - Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperluas kepak sayapnya di panggung internasional. 

Kali ini, agenda internasionalisasi kampus diwujudkan melalui jalinan kemitraan strategis dengan bergabung dalam Netherlands-Indonesia Consortium for Muslim-Christian Relations (NICMCR).

Langkah ini mempertegas komitmen UIN Bukittinggi dalam mempromosikan wajah Islam yang inklusif dan dialogis di level global. Jalinan kerja sama ini diinisiasi secara intensif oleh Kantor Pusat Hubungan Internasional (International Office) UIN Bukittinggi bersama sekretariat NICMCR di Belanda.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyampaikan bahwa bergabungnya UIN Bukittinggi dalam konsorsium ini adalah upaya konkret untuk menghadirkan solusi atas tantangan polarisasi agama yang melanda dunia saat ini. 

Menurutnya, perguruan tinggi Islam harus menjadi garda terdepan dalam membangun jembatan kesepahaman.

 "Agama sering kali dimanipulasi untuk kepentingan politik yang memecah belah. Melalui NICMCR, UIN Bukittinggi ingin menawarkan narasi Islam yang rahmatan lil 'alamin. Kami ingin menunjukkan bahwa dari Bukittinggi, kita bisa berkontribusi bagi perdamaian dunia melalui riset dan dialog yang jujur antara Muslim dan Kristen," ujar Prof. Silfia usai menandatangani Deklarasi Komitmen Keikutsertaan dalam  NICMR, Selasa, 10 Februari 2026.

NICMCR merupakan jejaring lintas negara yang mempertemukan para cendekiawan, tokoh agama, dan praktisi dari Indonesia dan Belanda. Sejak didirikan pada 2010, konsorsium ini fokus pada isu-isu krusial seperti pendidikan, gender, hingga ekologi dalam perspektif agama.

Koordinator NICMCR untuk Belanda, Yus Sa’diyah-Broersma, menyambut antusias kehadiran UIN Bukittinggi. Ia menilai kedalaman nilai-nilai lokal dan intelektualitas dari Bukittinggi akan menjadi modal berharga dalam memperkuat misi konsorsium.

"Kami sangat mengapresiasi semangat UIN Bukittinggi. Kerja sama ini bertujuan menghasilkan pengetahuan yang berorientasi pada praktik dialogis. Di tengah arus populisme dan polarisasi di kedua negara, kemitraan antarsektoral seperti ini menjadi sangat mendesak untuk menjaga keseimbangan hubungan antara komunitas agama dan negara," jelas Yus Sa’diyah.

Menurut Kepala Pusat International Office UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, sebagai manifestasi awal dari kerja sama ini, UIN Bukittinggi bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar. Pada tanggal 3 dan 4 Juni 2026 mendatang, direncanakan akan diselenggarakan Kolaborasi Konferensi Internasional antara UIN Bukittinggi dan NICMCR.

Konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan pemikiran untuk membedah berbagai persoalan kemanusiaan melalui kacamata iman dan ilmu pengetahuan. Pertemuan ini juga menjadi momentum bagi UIN Bukittinggi untuk memperkokoh posisi sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam kajian moderasi beragama di kancah internasional.()

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....