Gagas Eko-Sosiopragmatik, Dr. Irwandi Pembicara Kunci di UniSZA Malaysia

  • 11 Jun 2026 07:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Trengganu Malaysia - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Irwandi, diundang sebagai pembicara kunci (keynote speaker) dalam Seminar Internasional Maqashid Syariah ke-8 yang digelar di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia. 12-13 Juni 2026. Dalam forum ilmiah internasional tersebut, ia menawarkan sebuah ijtihad akademik penting yang mengintegrasikan aspek linguistik, kelestarian alam, dan teologi Islam.

Pada forum itu, Dr Irwandi akan mempresentasikan makalah ilmiah berjudul “Eco-Sociopragmatics & Critical Discourse of Sustainable Eco-Tourism: An Integrative Teo-Ecological, Tauhid, and Maqashid Syariah Framework.”

Paparan ilmiah ini secara khusus membedah irisan antara bahasa, masyarakat, dan kelestarian alam melalui lensa baru yang komprehensif. Melalui pendekatan Eko-sosiopragmatik,

Dr. Irwandi memaparkan bagaimana bahasa pariwisata sering kali dimanipulasi secara sosial untuk menciptakan citra ramah lingkungan yang semu (greenwashing). Sebagai antitesis dari dominasi sekuler barat, ia menawarkan metodologi integratif yang berakar pada nilai ketauhidan (kesatuan penciptaan) dan Maqashid Syariah (tujuan hukum Islam), di mana pemeliharaan lingkungan hidup (hifzh al-bi'ah) wajib diposisikan sebagai fondasi utama dalam setiap regulasi kebijakan ekowisata.

"Sudah saatnya kita keluar dari kungkungan paradigma sekuler dalam memandang ekowisata. Kelestarian lingkungan tidak akan pernah terwujud secara hakiki tanpa melibatkan jangkar spiritual," ujar Dr Irwandi kepada RRI, Kamis (11/6/2026).

Kehadiran Dr. Irwandi pada forum ilmiah berskala internasional ini sejalan dengan upaya internasionalisasi UIN Bukittinggi yang terus digerakkan di bawah kepemimpinan Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani.

"Gagasan Dr. Irwandi mengenai eko-sosiopragmatik untuk keberlanjutan wisata berbasis tauhid dan maqashid syariah ini adalah terobosan akademik yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa akademisi kita di tanah Melayu ini mampu menawarkan solusi alternatif yang kaya akan nilai spiritualitas terhadap krisis ekologi global. Kami yakin UIN Bukittinggi dan UnisZa memiliki komitmen penuh untuk terus melahirkan riset-riset transformatif yang membawa kemaslahatan nyata bagi bumi dan umat," ungkap Prof. Madya Wan Mohammad Yusuf, akademisi senior UnisZa.

Prof.Madya Wan Mohammad Yusuf menyampaikan gagasan segar Dr. Irwandi mengenai eko-sosiopragmatik untuk pelestarian ekowisata berbasis nilai-nilai tauhid dan maqashid syariah ini diharapkan selain memantik ruang diskusi yang dinamis di antara para delegasi, juga dapat memotivasi mahasiswa sebagai cendikiawan masa depan dalam merespons krisis ekologi global yang kian mengkhawatirkan.[]

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....