Perkuat Komitmen Pencegahan Penyakit Masyarakat
- 09 Jul 2026 14:20 WIB
- Bukittinggi
Ratusan Warga Batusangkar Teken Komitmen Bersama Tolak Pekat dan Narkoba
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Ratusan warga Batusangkar menandatangani komitmen bersama penolakan terhadap praktik penyakit masyarakat (pekat) dalam rangkaian deklarasi massal di Lapangan Cindua Mato Batusangkar pada Minggu, 5 Juli 2026. Agenda yang diinisiasi oleh Polres Tanah Datar ini menjadi bentuk dukungan kolektif dalam menjaga kelestarian nilai-nilai adat, budaya, dan agama di Luhak Nan Tuo.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, mengapresiasi tinggi langkah kepolisian yang telah menggagas gerakan moral ini demi memproteksi masa depan generasi muda daerah. Wabup mengajak seluruh elemen bahu-membahu mencegah penyalahgunaan narkoba serta perilaku lain yang bertentangan dengan norma yang berlaku.
"Kita di Luhak Nan Tuo memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut," ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar lebih peduli terhadap draf pembinaan domestik dan memperketat pengawasan anak. Sementara itu, Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, S.H., S.I.K., M.I.K, menegaskan deklarasi ini mengikat komitmen formal lintas sektoral.
"Hari ini kami mengajak seluruh masyarakat Tanah Datar untuk bersama-sama memerangi berbagai penyakit masyarakat melalui langkah-langkah pencegahan, pembinaan, dan pengawasan di lingkungan masing-masing," katanya.
Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menyatakan draf dukungan penuh legislatif terhadap langkah taktis pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Ia mendorong penguatan draf pendidikan karakter serta berencana menyiapkan instrumen khusus berupa penyediaan layanan konseling serta pendampingan psikologis.
"Kedepan kami dari pemerintah daerah akan menyiapkan psikolog khusus untuk penyakit masyarakat ini," kata Anton.
Ketua MUI Tanah Datar, Yendri Junaidi, memaparkan bahwa para ulama secara konsisten mendorong lahirnya draf regulasi penangkal pekat yang sinkron dengan peraturan perundang-undangan. Pihaknya akan melibatkan seluruh unsur dalam mengeskalasi draf sosialisasi secara berkala di titik-titik rawan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian. Pembinaan harus dilakukan bersama demi menjaga nilai-nilai agama, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat," katanya.
Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt. Andomo, menyampaikan bahwa niniak mamak siap membentengi anak kemenakan melalui penguatan peran komunal kaum dan suku. Dirinya memuji draf program "Kembali ka Surau" besutan Kapolres yang dinilai selaras dengan revitalisasi pembentukan moralitas generasi muda.
"Alhamdulillah, saat ini hampir seluruh nagari mulai mengaktifkan kembali rapat suku dan rapat kaum untuk memberikan pendidikan, pembinaan, dan arahan kepada anak kemenakan," ujarnya. (et/aenul/dni)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....