Ikuti Rakor dengan Provinsi Sumbar

  • 08 Jul 2026 12:09 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Padang – Di tengah keterbatasan alokasi anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus bergerak taktis menangkap peluang stimulus program dan kegiatan yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat. Langkah ini diambil guna mengakselerasi roda pembangunan ekonomi dan sektor perikanan darat di wilayah Luhak Nan Tuo.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly yang didampingi Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Yusnen, usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemanfaatan Program Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih dan Budidaya Perikanan Air Tawar Sistem Bioflok. Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy di Istana Gubernur, Kota Padang.

Dalam keterangannya, Wabup Ahmad Fadly memaparkan bahwa berdasarkan draf regulasi pusat, pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih sejatinya diprioritaskan bagi kawasan kabupaten/kota yang berada di sepanjang garis pesisir pantai.

"Meskipun secara garis besar diprioritaskan untuk daerah pesisir, kami tadi mencoba melakukan lobi dan mengusulkan draf potensi nelayan Danau Singkarak yang kita miliki agar ikut diakomodir dalam program ini. Tentu keputusan akhir berada di tangan Pemerintah Pusat, namun yang pasti kami di jajaran daerah terus berikhtiar dan memperjuangkan seluruh peluang yang ada secara optimal," ujar Ahmad Fadly.

Lebih lanjut Wabup menguraikan, PSN Kampung Nelayan Merah Putih ini menyimpan segudang manfaat jangka panjang. Melalui skema program tersebut, Pemerintah Pusat akan mengucurkan anggaran untuk mengonstruksi infrastruktur vital dan fasilitas penunjang guna mendongkrak taraf kesejahteraan para nelayan.

"Bila usulan ini disetujui, pusat akan membangun fasilitas makro seperti dermaga penambatan kapal/perahu, pabrik es harian, gudang pendingin (cold storage), hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan. Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan mampu memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan pendapatan nelayan kita ke depan," tambahnya.

Di samping program pesisir, Rakor tersebut juga mengupas draf perencanaan Program Budidaya Perikanan Air Tawar Sistem Bioflok yang nantinya diproyeksikan menyasar tingkatan nagari (desa adat).

"Sistem Bioflok dinilai memiliki banyak keunggulan teknologi, terutama dalam efisiensi lahan dan pakan serta produktivitas panen yang tinggi. Saat ini kami masih menunggu draf petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut dari kementerian terkait. Fokus utama Pemkab Tanah Datar saat ini adalah memastikan seluruh potensi program dari pemerintah pusat dapat mendarat dan terealisasi dengan baik di Tanah Datar," pungkas Wabup. (dvd/ans)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....