Bupati Eka Putra: Bundo Kanduang Penjaga Adat dan Generasi Minangkabau

  • 01 Jul 2026 08:36 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Sehari pasca-pembukaan resmi Festival Minangkabau 2026 oleh Gubernur Sumatra Barat, salah satu rangkaian matriks kegiatan utama, yakni Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia III, resmi digulirkan. Perhelatan akbar internasional ini dipusatkan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.

Agenda berskala makro yang mempertemukan jejaring perempuan Minangkabau dari belahan mancanegara, sejumlah provinsi di Indonesia, serta representasi kabupaten/kota se-Sumatra Barat tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Eka Putra mengekspresikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kongres ini. Menurutnya, momentum ini menjadi bukti otentik betapa kuatnya rajutan ikatan emosional serta kultural masyarakat perantauan Minangkabau terhadap tanah leluhurnya.

"Kehadiran fisik para Bundo Kanduang yang datang jauh dari berbagai wilayah domestik, hingga delegasi dari Malaysia dan Australia, menegaskan sebuah aksiomatis: sejauh apa pun orang Minang merantau, hati dan jiwanya tetap bertaut erat dengan kampung halaman," ungkap Eka Putra.

Bupati menegaskan bahwa Bundo Kanduang mengemban kedudukan sosiologis yang sangat strategis dan tinggi dalam struktur hukum adat Minangkabau. Mereka merupakan pilar pewaris sako (gelar adat) dan pusako (harta ulayat), sekaligus bertindak sebagai kurator penyimpanan hasil ekonomi kaum yang menentukan stabilitas domestik.

"Konstruksi sosial Minangkabau akan tetap berdiri kokoh jika dan hanya jika lini generasinya berpegang teguh pada fondasi nilai agama dan falsafah adat. Peran ini yang harus diinjeksi kembali agar Bundo Kanduang menjadi benteng utama penentu karakter generasi muda," jelas Bupati.

Selaras dengan itu, Penasihat Bundo Kanduang Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, melayangkan ucapan selamat datang bernuansa hangat kepada seluruh delegasi transnasional. Ny. Lise mengajak kolektif Bundo Kanduang untuk menaruh perhatian serius pada isu lingkungan hidup, sejalan dengan konsep berpikir ekologis adat Minangkabau.

"Menjaga kelestarian alam adalah mandat teologis dan kultural yang harus diwariskan. Di samping itu, tugas mendesak kita hari ini adalah membentengi linimasa generasi muda dari paparan destruktif narkotika, pergaulan bebas, serta anomali perilaku sosial menyimpang yang mengancam marwah bangsa," tutur Ny. Lise.

Kongres Sedunia III yang mengusung tema "Membaca Alam Takambang dalam Memelihara Lingkungan Hidup Berbasis Nilai Kearifan Lokal dalam Konsep Berpikir Ekologis" ini juga mencatatkan momentum bersejarah. Agenda ilmiah ini dirangkaikan dengan prosesi pelantikan dan pengukuhan resmi jajaran Pengurus Cabang Bundo Kanduang Negara Malaysia, yang dipimpin langsung oleh Ketua Bundo Kanduang Internasional, Prof. Dr. Hj. Puti Reno Raudha Thaib. (hp-hr-fan)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....