Amai Setia Koto Gadang Jadi Pelopor Pengembangan UMKM Berbasis Warisan Budaya

  • 08 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Bukittinggi
Poin Utama
  • WARISAN
  • BUDAYAN
  • AMAI SETIA

RRI.CO.ID, Agam- Rumah Amai Setia di Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, terus mempertahankan perannya sebagai pelopor pengembangan keterampilan dan kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Agam. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Endrimelson saat mendampingi tamu Pemerintah Kabupaten Agam di Rumah Amai Setia, Rabu (3/6).

Menurut Endrimelson, keberadaan Amai Setia tidak terlepas dari sejarah panjang perjuangan perempuan yang dipelopori Roehana Koeddoes sejak 1911 melalui pendirian sekolah keterampilan perempuan pertama di Sumatera.

“Semangat yang dibangun Rohana Kudus masih terus hidup hingga sekarang. Amai Setia bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya UMKM berbasis keterampilan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Endrimelson.

Ia menjelaskan, saat ini Amai Setia berhasil mengembangkan empat klaster unggulan UMKM, yakni tenun dan sulaman khas Koto Gadang, kerajinan perak, produk olahan pangan, serta ecoprint.

Produk yang dihasilkan di antaranya berupa selendang, pouch, pakaian siap pakai, miniatur rumah gadang, cincin, bros, karupuak sanjai balado, rendang belut, kopi robusta Koto Gadang, hingga kain dan mukena ecoprint khas daerah tersebut.

“Rumah Amai Setia kini tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelatihan, galeri, sekaligus inkubasi UMKM berbasis warisan budaya,” katanya.

Lebih lanjut, Endrimelson mengatakan pengembangan UMKM di Amai Setia dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, seperti peningkatan keterampilan perempuan melalui pelatihan menjahit, bordir, dan menyulam, inovasi desain produk agar sesuai kebutuhan pasar modern, serta dukungan pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Kami melihat Amai Setia sebagai contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi. Ini menjadi model pengembangan UMKM yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Agam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....