Tanggap Darurat Bencana Ditutup, Tanah Datar Masuki Masa Transisi Pemulihan

  • 26 Mei 2026 11:06 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar secara resmi mengakhiri masa Tanggap Darurat Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang telah berjalan selama 14 hari, terhitung sejak 13 hingga 26 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah situasi kedaruratan di lapangan dinilai mulai terkendali dengan baik.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, seusai menerima berbagai saran, masukan, dan laporan komprehensif dari unsur Forkopimda beserta jajaran teknis, menetapkan status Tanah Datar kini beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan pascabencana.

"Malam ini kami putuskan masa tanggap darurat bencana berakhir dan terhitung mulai tanggal 27 Mei sampai 27 Desember 2026, Tanah Datar memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana,” tegas Eka Putra saat memimpin rapat evaluasi di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Senin, 25 Mei 2026 malam.

Sebelumnya, pemberlakuan status tanggap darurat difokuskan pada empat wilayah kecamatan terdampak parah, meliputi Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara.

Bupati memaparkan, peralihan status ke masa transisi darurat ini sangat penting karena aspek pemulihan infrastruktur dan sosial ekonomi warga memerlukan penanganan lanjutan secara terpadu. Terlebih, sejumlah titik fasilitas umum dan pemukiman masih membutuhkan rekonstruksi fisik yang membutuhkan regulasi khusus di luar masa tanggap darurat.

“Di lokasi bencana masih terdapat kerusakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan penanganan terpadu sesuai prosedur pascabencana melalui masa transisi darurat ini agar proses pemulihan berjalan optimal," jelas Eka Putra.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa hormat, apresiasi, dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang telah berjibaku di lapangan. Sinergi tanpa lelah dari personel TNI, Polri, Basarnas, organisasi perangkat daerah (OPD), para relawan kemanusiaan, hingga komunitas perantau dan donatur dinilai menjadi kunci utama cepatnya penanganan di masa krisis.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, dr. Ermon Revlin, melaporkan bahwa seluruh pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak selama masa bencana telah tersalurkan secara proporsional.

Ia menambahkan, berkat gerakan gotong royong massal yang konsisten dilakukan dalam beberapa hari terakhir, kondisi lingkungan pemukiman warga kini berangsur bersih dari sisa material lumpur dan banjir.

“Pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing dan dibekali bantuan sembako menjelang Idul Adha. Ke depan, pendampingan serta pengawasan ketat tetap kami lakukan bersama instansi terkait selama masa transisi darurat ini berlangsung,” pungkas dr. Ermon Revlin. (hp-hr).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....