Pastikan Kebutuhan Dasar, BNPB Berikan Pendampingan Pasca Bencana di Tanah Datar

  • 18 Mei 2026 09:01 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Analis Kebencanaan Ahli Madya pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Yustam Syahril, didampingi Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dan Wakil Bupati, Ahmad Fadly, meninjau langsung sejumlah titik lokasi terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar pada Jumat, 15 Mei 2026.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan langsung dari pemerintah pusat setelah Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi menetapkan status tanggap darurat guna memastikan seluruh pemenuhan kebutuhan dasar para korban pascabencana dapat terpenuhi dengan baik.

Yustam Syahril memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Tanah Datar atas langkah cepat dalam penanganan darurat serta intensitas komunikasi yang dibangun bersama BNPB pusat.

"Sehingga Pak Kepala BNPB menginstruksikan kami meninjau langsung ke lapangan, yaitunya pertama dalam melakukan pendampingan dan juga melihat infrastruktur yang terdampak apakah itu mengganggu kehidupan ataupun penghidupan," ujar Yustam Syahril di sela-sela peninjauan.

Ia menambahkan, bantuan untuk kebutuhan dasar dari BNPB sebagian telah disalurkan dan sebagian logistik tambahan sedang dalam perjalanan menuju posko utama di Tanah Datar. Terkait dengan perbaikan infrastruktur yang rusak, pihak BNPB meminta pemda untuk segera mendata kebutuhan serta kendala riil di lapangan agar bisa segera dilaporkan ke pimpinan pusat.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memaparkan bahwa bencana alam yang terjadi pada Selasa lalu telah mengakibatkan dampak yang cukup parah di empat wilayah, yakni Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Kecamatan Tanjung Emas. Kerusakan terbesar melanda sektor pertanian, selain adanya belasan rumah warga yang hanyut.

"Di empat kecamatan itu yang paling banyak terdampak itu adalah persawahan dan perkebunan atau lahan pertanian, selain itu 14 rumah hanyut dan rusak berat, serta 60 lebih rumah rusak sedang. Untuk infrastruktur lainnya seperti jembatan lebih kurang 10 jembatan dilaporkan rusak berat," ungkap Eka Putra.

Untuk mempermudah koordinasi penanganan dan penyaluran logistik, Pemkab Tanah Datar telah mendirikan posko darurat bencana di dua titik strategis, yakni di dekat Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk (Kecamatan Lintau Buo) dan di Kantor Camat Tanjung Emas.

Mengingat informasi dari BMKG yang menyatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih membayangi wilayah Sumatera Barat, Bupati Eka Putra mengimbau agar masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dini dan siap melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda bahaya. (Et/Ari/Aenul).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....