Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Nagari di Tanah Datar Dilanda Banjir dan Longsor
- 18 Mei 2026 08:47 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tanah Datar sejak Selasa sore hingga malam memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor. Berdasarkan data asesmen yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar hingga Rabu siang, tercatat ada empat nagari yang mengalami dampak kerusakan terbesar.
Empat wilayah tersebut meliputi Nagari Padang Ganting (Kecamatan Padang Ganting), Nagari Saruaso (Kecamatan Tanjung Emas), Nagari Taluak (Kecamatan Lintau Buo), dan Nagari Koto Tangah (Kecamatan Tanjung Baru).
Kalaksa BPBD Tanah Datar, dr. Ermon Revlin, merinci situasi kedaruratan di masing-masing titik koordinat bencana guna memetakan langkah penyelamatan armada gabungan.
“Di Nagari Padang Ganting terjadi luapan Batang Sungai Pagie kemudian longsor di dua titik di Jalan Bukit Putuih serta satu titik di Jorong Koto Gadang Hilir. Selain itu, enam rumah warga di kawasan Simpang Kubu turut terdampak banjir,” ujar dr. Ermon Revlin pada Rabu, 13 Mei 2026.
Dampak kelumpuhan pemukiman yang cukup masif juga dilaporkan terjadi di Nagari Saruaso. Di wilayah ini, banjir luapan sungai merendam puluhan rumah dan kedai milik warga. Di Jorong Saruaso Timur, delapan warga berhasil dievakuasi setelah 18 rumah dan satu kedai terendam.
Kondisi paling rentan berada di Jorong Saruaso Utara, di mana sebanyak 13 rumah dan satu kedai terdampak berat, menyebabkan 23 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 60 jiwa sempat berada dalam kondisi terisolasi. Dari puluhan warga yang terisolasi tersebut, tim mengidentifikasi terdapat kelompok rentan yang terdiri dari 15 lansia, satu ibu hamil, serta sejumlah balita dan bayi. Kondisi serupa juga melanda kawasan Jorong Saruaso Barat dan Jorong Kubang Landai.
Sementara itu, untuk wilayah timur di Nagari Taluak, luapan air menghantam kawasan Setangkai. Infrastruktur ekonomi warga ikut terdampak dalam insiden ini.
“Di Nagari Taluak tepatnya kawasan Setangkai, satu rumah makan terendam banjir. Sebanyak 12 kepala keluarga dengan total 51 jiwa diungsikan. Selain itu, dua warung dan satu unit sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa arus,” terang Kalaksa BPBD.
Di tempat terpisah, penanganan taktis juga dilakukan di Nagari Koto Tangah. Petugas memprioritaskan evakuasi terhadap dua orang warga lanjut usia (lansia) dari kediaman mereka menuju zona aman guna meminimalkan risiko fatalitas akibat kepungan banjir.
Guna menangani eskalasi bencana hidrometeorologi ini, BPBD Kabupaten Tanah Datar berkolaborasi penuh dengan tim gabungan berskala besar yang terdiri dari personel BASARNAS, TNI, Polri, satgas nagari, serta relawan kemanusiaan. Seluruh armada langsung diterjunkan ke lokasi koordinat darurat untuk melakukan operasi penyelamatan, evakuasi, sekaligus pendataan berkala.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengeluarkan maklumat tegas agar seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan tebing curam rawan longsor, untuk melipatgandakan kewaspadaan dini. Warga diminta tetap tenang, tidak panik, konsisten memantau perkembangan cuaca dari BMKG, serta mematuhi seluruh instruksi mitigasi yang dikeluarkan oleh petugas resmi di lapangan. (tari)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....