Pasca Bencana, Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Terdampak Mulai Berdatangan
- 18 Mei 2026 08:22 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Memasuki hari ketiga setelah ditetapkannya masa Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari terhitung mulai tanggal 13 hingga 26 Mei 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, gelombang bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak mulai mengalir masuk ke posko utama penanggulangan bencana.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Luhak Nan Tuo tersebut mendapat respons cepat, mulai dari instansi vertikal, pihak swasta, BUMD, kelompok masyarakat, hingga komunitas perantau Minang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi salah satu instansi yang bergerak cepat dengan mengirimkan dukungan dana siap pakai serta armada logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di lokasi terdampak.
Bantuan dari pusat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BNPB melalui Kasubdit Dukungan Pengerahan SDM sekaligus Koordinator TRC BNPB, Yustam Syahril, secara simbolis kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, didampingi Kalaksa BPBD Ermon Revlin di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Jumat, 15 Mei 2026.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Bupati Eka Putra dalam penanganan bencana ini. Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pasca bencana,” ujar Yustam Syahril saat menyerahkan bantuan.
Adapun rincian bantuan logistik darurat yang disalurkan meliputi 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, dan 100 lembar selimut hangat untuk para pengungsi.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh akumulasi hujan lebat ekstrem yang mengguyur sejak Selasa siang, 12 Mei 2026, hingga Rabu dini hari, 13 Mei 2026. Enam wilayah kecamatan yang mengalami dampak serius adalah Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.
Berdasarkan data terkini, dampak kerusakan materiil di lapangan mencakup 14 unit rumah rusak berat, 60 rumah rusak sedang, ratusan hektare lahan persawahan siap panen yang tertimbun lumpur, serta 10 jembatan yang dilaporkan hanyut dan rusak berat. Kerusakan jembatan ini sempat menyebabkan sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) terisolasi dari akses luar.
“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibuat oleh masyarakat secara bergotong royong,” ungkap Eka Putra.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa tim teknis dari BNPB bersama personel TNI dari satuan Yonzipur telah melakukan survei geometris di lapangan. Dalam waktu dekat, jembatan darurat yang lebih representatif akan segera dibangun untuk mendukung mobilisasi kendaraan roda empat, kelancaran distribusi bahan pokok, serta pemulihan total aktivitas ekonomi masyarakat. (hd-hr-fan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....