Menteri Pariwisata “Bukittinggi Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia”

  • 30 Apr 2026 08:24 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, mengunjungi kawasan wisata Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu, 29 April 2026 sore.

Kunjungan itu dalam rangka peningkatan dan pendataan potensi wisata daerah yang juga menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat untuk mendorong destinasi wisata di Sumatera Barat agar lebih dikenal di tingkat internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Anggota DPD RI, Irman Gusman, dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Ketiganya meninjau kawasan Jam Gadang yang menjadi ikon wisata utama Kota Bukittinggi sekaligus salah satu destinasi paling dikenal di Sumatera Barat.

Di sela kegiatan peninjauan kawasan wisata Jam Gadang, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan, pemerintah tengah mendorong daerah menyiapkan paket wisata yang terintegrasi untuk dipromosikan dalam pameran internasional.

“Kita butuh paket-paket wisata untuk kita jual di expo internasional. Alhamdulillah kita ada anggarannya untuk daerah ikut di expo internasional. Kami ke sini juga untuk mendata dan memikirkan bagaimana destinasi ini menjadi terkenal lagi,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan destinasi wisata di Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, yang selama ini dikenal sebagai kota wisata dengan kekuatan sejarah dan lanskap alam.

Jam Gadang sendiri menjadi salah satu titik utama kunjungan wisatawan ketika datang ke Bukittinggi. Kawasan tersebut berada di pusat kota dan dikelilingi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, pusat kuliner, serta akses menuju objek wisata lain seperti Ngarai Sianok dan kawasan wisata sejarah Fort de Kock.

Selain memiliki nilai wisata, Bukittinggi juga dinilai memiliki kekuatan sejarah nasional yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai nilai sejarah itu menjadi modal penting dalam pengembangan wisata berbasis heritage atau warisan budaya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Bukittinggi memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, sejarah panjang kota tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan dalam sektor pariwisata.

“Bukittinggi adalah penyambung nyawa Indonesia, Bukittinggi ibu kota PDRI, enggak ada Bukittinggi enggak ada Indonesia. Bukittinggi juga pernah menjadi ibu kota waktu zaman Belanda, Jepang, juga Sumatera Tengah, ada bukti sejarahnya, dan ini menjadi heritage,” sebutnya.

Pernyataan itu disampaikan Mahyeldi Ansharullah saat mendampingi Menteri Pariwisata meninjau kawasan Jam Gadang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pengakuan terhadap kawasan bersejarah di Bukittinggi.

Salah satu upaya yang disiapkan pemerintah daerah adalah mendorong Jam Gadang masuk dalam daftar tentatif UNESCO. Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari proses panjang menuju pengakuan internasional terhadap nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Bukittinggi.

Menurut Mahyeldi Ansharullah, momentum usia 100 tahun Jam Gadang menjadi titik awal dalam penyusunan dokumen dan penguatan berbagai persyaratan administratif untuk pengajuan tersebut.

“Dengan 100 tahun, menjadi awal untuk menyiapkan dokumen-dokumennya dan menjadi langkah kita ke depan. Kita sedang mengusulkan Geopark Silokek, kemudian nanti Bukittinggi dan kemudian Geopark Sianok-Maninjau. Secara bertahap kita menuju nasional kemudian internasional,” tuturnya.

Selain promosi wisata dan penguatan nilai sejarah, pemerintah daerah juga berharap kunjungan Menteri Pariwisata dapat membuka peluang masuknya agenda wisata Bukittinggi ke kalender nasional pariwisata Kementerian Pariwisata.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyebutkan, pemerintah kota ingin menjadikan Bukittinggi lebih dikenal dunia melalui penguatan promosi dan dukungan pemerintah pusat terhadap agenda wisata daerah.

“Ending kita bagaimana Bukittinggi ini diperkenalkan bukan lagi untuk nasional, tapi untuk dunia. Dengan kunjungan menteri ini harapan kita tentu ada hal yang bisa kita bicarakan untuk menunjang kegiatan secara nasional yang nanti akan dimasukkan ke kalender pariwisata di kementerian,” tuturnya.

Kunjungan Menteri Pariwisata ke Jam Gadang itu berlangsung di tengah meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya di daerah. Bukittinggi menjadi salah satu kota yang dinilai memiliki potensi besar karena didukung warisan sejarah, panorama alam, serta identitas budaya Minangkabau yang masih kuat. (YPA/AGZ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....