Perkuat Pengembangan Sektor Pariwisata, Pemkab Gandeng Poltekpar NHI Bandung
- 20 Jun 2026 21:23 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, TANAH DATAR – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini diwujudkan melalui kemitraan strategis bersama Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung guna mengakselerasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Kolaborasi ini diresmikan lewat penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, pada Rabu, 17 Juni 2026. Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM), tata kelola destinasi, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kemasyarakatan.
Bupati Eka Putra menegaskan, Tanah Datar dianugerahi potensi wisata yang masif, mulai dari klaster adat budaya, sejarah, pesona alam, hingga kekayaan kuliner. Namun, potensi ini membutuhkan intervensi akademik dan inovasi segar agar mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
“Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata, pengelolaan destinasi wisata, pengembangan ekonomi kreatif, hingga promosi pariwisata daerah agar semakin dikenal luas,” ujar Eka Putra.
Bupati menilai Poltekpar NHI Bandung sebagai lembaga pendidikan tinggi kepariwisataan bereputasi nasional yang mumpuni dalam mencetak tenaga profesional. Sinergi ini diharapkan membawa dampak linear terhadap peningkatan kesejahteraan warga lokal.
Gayung bersambut, Direktur Poltekpar NHI Bandung, Dr. Anwari Masatip, mengonfirmasi kesiapan institusinya untuk mendampingi pemda lewat rangkaian program inkubasi taktis. Beberapa program unggulan yang disiapkan meliputi pendampingan desa wisata, implementasi konsep wisata ramah muslim, sustainable tourism, hingga tata kelola komoditas kuliner khas daerah.
Di samping itu, kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa Poltekpar NHI Bandung untuk melaksanakan riset terapan dan praktik lapangan terintegrasi. Terlebih, institusi ini tengah mentransformasi program magang industri dari durasi 6 bulan menjadi satu tahun penuh.
“Melalui kebijakan ini, mahasiswa yang ditempatkan di daerah diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak lebih signifikan bagi pengembangan pariwisata setempat,” ungkap Anwari Masatip.
Prosesi penandatanganan kerja sama tersebut turut dikawal oleh Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Hendri Abbas, Kabag Prokopim Roza Melfita, serta Kasubag Kerja Sama Bagian Pemerintahan Setda Yovita Aprilliya Putri. (rhn)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....