Pemko Bukittinggi Siapkan 10 Rangkaian Acara untuk Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang

  • 17 Apr 2026 08:11 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 pada masa pemerintahan kolonial Belanda sebagai hadiah dari Ratu Belanda Wilhelmina kepada Rookmaker, sekretaris residen Fort de Kock (kini Bukittinggi) merupakan satu-satunya di Indonesia. Pembangunan Jam Gadang berkaitan dengan penempatan pusat pemerintahan dan ekonomi kolonial di Bukittinggi, sekaligus sebagai penanda waktu dan simbol modernitas kota.

Menara jam ini dirancang oleh arsitek Belanda dengan mesin jam buatan Vortmann Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini menjadi ikon sejarah, budaya, serta identitas masyarakat Bukittinggi yang sarat makna filosofis dan perjalanan zaman.

Jam Gadang, ikon Bukittinggi sejak 1926, merupakan simbol sejarah, perjuangan, dan identitas budaya bangsa. Peringatan 100 tahunnya menjadi momentum strategis melalui rangkaian kegiatan edukatif, kultural, dan internasional untuk memperkuat diplomasi budaya, pelestarian sejarah, serta posisi Bukittinggi sebagai kota sejarah dunia.

Memasuki usia 100 tahun, Jam Gadang memiliki makna yang jauh melampaui usia fisik sebuah bangunan. Satu abad Jam Gadang merepresentasikan perjalanan panjang hubungan sejarah Indonesia–Belanda, transformasi dari masa kolonial menuju kemerdekaan, serta berkembangnya hubungan kedua negara ke arah kemitraan dan persahabatan.

Momentum bersejarah ini menjadi sangat strategis untuk dirayakan secara komprehensif melalui kegiatan yang bersifat edukatif, reflektif, kultural, dan internasional.

Pada Februari 2026 lalu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, melaksanakan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dalam rangka persiapan peringatan 100 Tahun Jam Gadang. Kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias memaparkan beberapa rencana program peringatan 100 Tahun Jam Gadang (1926–2026).

Peringatan 100 tahun ikon Kota Bukittinggi ini dirancang sebagai momentum untuk memperkuat identitas sejarah & budaya, serta menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota perjuangan, sekaligus memperkenalkan warisan budaya daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Beberapa rangkaian kegiatan yang disiapkan antara lain :

  1. Jam Gadang Cultural Night

  2. Seminar Internasional : Weaving Friendship and Diplomatic Relation Between Bukittinggi - Amsterdam

  3. Seminar Nasional Bukittinggi Kota Perjuangan

  4. International Photography Competition

  5. Pameran 100 Foto Jam Gadang

  6. Seminar Internasional Arsitektur & Mesin Jam Gadang

  7. Pekan Cinema Bukittinggi (Open Air Cinema)

  8. Promosi 100 Tahun Jam Gadang

  9. Sarapan Pagi Gratis & Bazar Umkm

  10. Lomba Menulis dan Baca Puisi 100 Tahun Jam Gadang Tingkat SD, SMP, SLTA se Indonesia. (PB/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....