Antusias Jemaah Haji Bukittinggi Ikuti Perekaman Biometrik Visa

  • 07 Sep 2026 20:22 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Antusiasme jemaah haji Kota Bukittinggi menyambut keberangkatan ke Tanah Suci mulai terasa, meskipun musim haji 1448 H/2027 M masih beberapa bulan lagi.

Sejumlah tahapan persiapan keberangkatan kini mulai dilakukan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bukittinggi, salah satunya perekaman biometrik visa jemaah haji.

Memasuki hari pertama perekaman biometrik visa, Senin (7/9/2026), suasana di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bukittinggi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bukittinggi, Jalan Perwira No. 33, Belakang Balok, tampak lebih ramai dari biasanya. Jemaah datang silih berganti.

Sebagian menyerahkan dokumen persyaratan, sebagian lainnya mengikuti proses perekaman biometrik, sementara beberapa jemaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan petugas mengenai berbagai persoalan dan persiapan perhajian. Kepadatan aktivitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan ibadah haji Kota Bukittinggi.

Sebelumnya, jajaran Kemenhaj Kota Bukittinggi juga telah melakukan pelayanan pembuatan maupun penggantian paspor jemaah melalui kerja sama dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam, monitoring dan evaluasi (monev) pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta kini memasuki tahapan perekaman biometrik visa.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi melalui Kasubbag Tata Usaha, Mul Khairat, S.Ag., MA, didampingi Kasi Bina Haji dan Umrah dan Layanan, Hj. Yuni Yelfia A, SH, menjelaskan bahwa perekaman biometrik visa dapat dilakukan langsung oleh petugas di Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi.

“Perekaman biometrik visa dapat dilakukan oleh petugas pada Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi dengan terlebih dahulu mengambil antrian dan menyerahkan dokumen persyaratan,” jelas Mul Khairat.

Adapun dokumen yang harus disiapkan jemaah antara lain paspor asli beserta dua lembar fotokopi, satu lembar fotokopi bukti setoran awal, serta pasfoto berwarna terbaru dengan latar belakang putih.

Pasfoto harus memperlihatkan wajah sekitar 80 persen, tidak menggunakan kacamata, tidak mengenakan peci bagi jemaah laki-laki, dan tidak menggunakan hijab berwarna putih. Jemaah diminta menyiapkan pasfoto ukuran 3x4 sebanyak empat lembar dan ukuran 4x6 sebanyak dua lembar.

Selain dalam bentuk cetak, jemaah juga perlu menyiapkan file pasfoto dengan ukuran maksimal 200 KB dari studio foto. Seluruh persyaratan tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam map plastik.

Menurut Mul Khairat, jemaah yang memiliki telepon seluler dengan spesifikasi tertentu juga dapat melakukan perekaman biometrik secara mandiri. Hasil perekaman tersebut kemudian diserahkan kepada Kemenhaj Kota Bukittinggi untuk selanjutnya diunggah ke dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

“Sekiranya jemaah memiliki HP dengan spesifikasi tertentu, perekaman dapat dilakukan secara mandiri. Hasilnya kemudian diserahkan ke Kemenhaj untuk selanjutnya di-upload pada Siskohat,” terangnya.

Perekaman biometrik visa ini dijadwalkan berlangsung sepanjang hari kerja menjelang keberangkatan jemaah haji. Petugas Kemenhaj Kota Bukittinggi mengimbau jemaah agar mempersiapkan seluruh persyaratan dengan baik sehingga proses perekaman dapat berjalan lancar.

Kasi Bina Haji dan Umrah dan Layanan, Hj. Yuni Yelfia A, SH, mengingatkan bahwa proses perekaman biometrik tidak selalu berjalan mulus bagi setiap jemaah. Berdasarkan pengalaman selama empat tahun terakhir, sejak kewenangan perekaman diberikan kepada Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota yang sebelumnya berada pada Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, terdapat jemaah yang membutuhkan beberapa kali percobaan sebelum biometriknya berhasil direkam.

“Berkaca dari perekaman biovisa empat tahun terakhir sejak diserahkannya kewenangan kepada Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota yang dulunya Seksi PHU Kemenag, ada jemaah yang direkam berkali-kali baru selesai, bahkan ada yang tidak bisa sama sekali,” ungkap Yuni.

Karena itu, jemaah diminta tidak panik apabila menghadapi kendala saat proses perekaman. Petugas akan terus membantu dan mengupayakan solusi sesuai ketentuan yang berlaku. “Sekiranya jemaah tidak bisa direkam biometriknya sama sekali, kita akan usahakan dengan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah sesuai regulasinya,” jelasnya lagi.

Dengan dimulainya perekaman biometrik visa ini, persiapan keberangkatan jemaah haji Kota Bukittinggi menuju Tanah Suci memasuki tahapan penting. Kemenhaj Kota Bukittinggi berkomitmen memberikan pelayanan secara optimal agar seluruh proses administrasi dan persiapan jemaah dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai regulasi.

Bagi jemaah, kesibukan yang mulai terlihat di Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi menjadi tanda bahwa perjalanan menuju Baitullah semakin dekat. Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, nyaman, tertib, dan berkualitas. (Syafrial)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....