Haji 1447 H / 2026 M, Lebih Banyak Pulang daripada Berpulang
- 31 Mei 2026 17:39 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Madinah - Jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air secara bertahap mulai 1 Juni 2026. Di tengah persiapan kepulangan tersebut, pelaksanaan ibadah haji tahun ini mencatat capaian yang cukup menggembirakan, yakni penurunan signifikan angka kematian jemaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Hingga 31 Mei 2026, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat tercatat sekitar 50 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan musim haji tahun 2023 yang mencatat lebih dari 770 kematian, tahun 2024 sebanyak 461 orang, serta tahun 2025 yang berada pada kisaran 389 hingga 423 orang.
Padahal, kuota haji Indonesia tahun ini tetap besar, mencapai 221.000 jemaah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan angka kematian bukan disebabkan berkurangnya jumlah peserta, melainkan hasil dari berbagai perbaikan sistem pelayanan dan pengelolaan jemaah.
| Baca juga: 252 Jamaah Kembali, Satu Wafat di Tanah Suci |
Fenomena serupa juga terjadi secara global. Hingga akhir Mei 2026, jumlah jemaah haji dunia yang meninggal diperkirakan sekitar 250 hingga 300 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencapai lebih dari 1.500 orang, tahun 2024 sekitar 1.200 orang, dan tahun 2025 mendekati 1.000 orang.
Berbagai pihak menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari meningkatnya kualitas layanan kesehatan dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji. Tahun ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) bersama klinik sektor mendapat dukungan operasional penuh dengan melibatkan sekitar 1.600 dokter dan tenaga kesehatan untuk melayani seluruh jemaah Indonesia.
Selain itu, penerapan skema murur yang diperluas bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta turut membantu mengurangi risiko kesehatan. Sistem transportasi juga semakin tertata dengan dukungan bus shalawat yang dilengkapi GPS sehingga pergerakan jemaah lebih terkontrol dan risiko tersesat dapat ditekan.
Meski demikian, penyebab kematian jemaah masih didominasi oleh penyakit jantung, gangguan pernapasan, heat stroke, serta kelelahan fisik. Petugas kesehatan mencatat bahwa sebagian korban justru berasal dari kelompok usia produktif yang merasa kondisi fisiknya masih prima sehingga sering mengabaikan tanda-tanda kelelahan yang muncul.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 1 hingga 15 Juni 2026 melalui Bandara Jeddah, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 30 Juni 2026 melalui Madinah.
Petugas haji juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan, termasuk tidak membawa air zamzam ke dalam bagasi serta memastikan berat koper sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan Haji 2026 menjadi bukti bahwa berbagai risiko selama ibadah haji dapat ditekan melalui pelayanan kesehatan yang memadai, pengelolaan transportasi yang baik, serta kepatuhan jemaah terhadap aturan yang telah ditetapkan.
Dengan angka kematian yang menurun drastis, musim haji tahun ini lebih banyak diwarnai kabar kepulangan jemaah ke kampung halaman dibandingkan berita duka, sebuah capaian yang dinilai patut diapresiasi oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....