Dr. H. Irwandi Nashir; Haji Bukan Terminal Akhir, Awal Gerakan Perbaikan & Perubahan
- 31 Mei 2026 07:16 WIB
- Bukittinggi
oleh' Dr. H.Irwandi Nashir
( Pembina IPHI Payakumbuh Utara )
RRI.CO.ID,Payakumbuh - Ibadah haji tidak semestinya dipahami sebagai akhir dari perjalanan spiritual seorang Muslim. Sebaliknya, predikat haji mabrur harus menjadi titik awal untuk semakin aktif berkontribusi dalam membangun masyarakat dan memperkuat kehidupan umat.


Pandangan tersebut disampaikan Dr. Irwandi Nashir dalam wawancara khusus bersama RRI usai memberikan kajian bertajuk Refleksi Haji dan Qurban di Masjid Ilham, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kota Payakumbuh, Sabtu (30/5/2026).
Akademisi dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sekaligus Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh itu menilai masih terdapat pemahaman yang kurang tepat di tengah masyarakat terkait makna ibadah haji. Menurutnya, sebagian orang justru mengurangi aktivitas dakwah dan kepedulian sosial setelah menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
"Sangat manusiawi jika kenangan beribadah di Baitullah terus membekas dan menumbuhkan kerinduan untuk kembali ke sana. Namun esensi haji yang wajib hanya sekali. Setelah itu, yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai haji diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Irwandi.

Ia menjelaskan bahwa ibadah haji dan qurban merupakan proses penyucian diri atau tazkiyatun nafs yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih kuat secara spiritual sekaligus lebih peka terhadap persoalan sosial. Oleh karena itu, kemabruran haji seharusnya tercermin melalui peningkatan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, sepulang dari Tanah Suci, seorang haji memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan manfaat bagi sesama melalui berbagai aktivitas sosial, pendidikan, ekonomi, maupun dakwah.
Peran Organisasi dalam Menggerakkan Potensi Haji
Dr. Irwandi juga menekankan pentingnya pengelolaan potensi para jamaah haji secara terorganisasi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. Dalam hal ini, ia menilai Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia memiliki peran strategis sebagai wadah pemberdayaan para hujjaj.
"Ladang amal kebaikan sangat luas, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi umat hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Potensi besar para jamaah haji harus tetap bergerak secara berjamaah agar manfaatnya semakin terasa," katanya.
Sebagai Pembina IPHI Payakumbuh Utara, Irwandi menyebutkan bahwa organisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperdalam pemahaman agama, tetapi juga mendorong lahirnya program-program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Salah satu upaya yang tengah dilakukan IPHI Kota Payakumbuh saat ini adalah menggalang dukungan untuk pembebasan lahan yang akan digunakan bagi pembangunan lembaga pendidikan Islam berkualitas.
Ia berharap semangat pengabdian yang lahir dari ibadah haji terus tumbuh dan menjadi energi positif bagi kemajuan umat.
"Haji itu bukan titik akhir untuk beristirahat dari kesalehan. Haji adalah anak tangga pertama bagi gerakan perbaikan yang lebih luas demi kejayaan umat," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....