Jemaah Bukittinggi Matangkan Persiapan Armuzna Bersama Pembimbing Ibadah
- 20 Mei 2026 18:20 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Makkah - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, jemaah haji asal Kota Bukittinggi mengikuti penguatan dan optimalisasi persiapan menghadapi rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) bersama Pembimbing Ibadah utusan KBIHU Birugo, Ust. H. Ahmad Budiman, Lc., MA.
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai pertemuan Kloter 7 sebagai bagian dari persiapan menghadapi fase terpenting dalam ibadah haji.


Pertemuan ini digelar berdasarkan permintaan jemaah sekaligus program pendampingan dan penguatan ibadah yang menjadi amanah bagi pembimbing ibadah.

Dalam arahannya, Ust. Ahmad Budiman menekankan pentingnya peran ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) dalam mengatur serta mendampingi jemaah selama rangkaian Armuzna berlangsung.
Ia mengingatkan bahwa membantu urusan sesama jemaah merupakan amal mulia yang akan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Hal itu disampaikan dengan mengutip hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan menolong saudara sesama Muslim.
“Ketika usaha yang dilakukan mengantarkan jemaah mendapatkan haji mabrur, maka pahala juga akan terus mengalir kepada mereka yang membantu proses tersebut,” ujarnya.
Dijelaskan, perjalanan ibadah Armuzna akan dimulai pada 8 Zulhijjah atau Senin mendatang dan berlangsung hingga 12 Zulhijjah bagi jemaah yang mengambil nafar awal, serta sampai 13 Zulhijjah bagi yang memilih nafar tsani.
Kegiatan tersebut dihadiri jemaah asal Kota Bukittinggi dan sejumlah jemaah lainnya. Dalam penguatan itu, berbagai persiapan teknis maupun spiritual kembali dipaparkan secara lebih rinci, termasuk pentingnya menjaga hati, menjaga sikap, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama jemaah.
Pada momentum wukuf di Arafah, Ust. Ahmad Budiman mengajak seluruh jemaah untuk memaksimalkan doa dan zikir sejak tergelincir matahari pada 9 Zulhijjah.
Ia juga menganjurkan agar jemaah meluangkan waktu berdoa bersama keluarga maupun satu regu sebagai bentuk kebersamaan dan saling menguatkan dalam bermunajat kepada Allah SWT.
“Orang yang sabar akan mendapatkan pahala tanpa batas,” ungkapnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.
Selain penguatan ibadah, berbagai tips menghadapi situasi dan kondisi selama Armuzna juga mengemuka dalam diskusi bersama jemaah.
Di akhir kegiatan, direncanakan pelaksanaan salat gaib untuk orang tua dua jemaah, yakni Sri Herlina Juwita dan Khairiln Anshar. Almarhumah Hj. Nurhati (Upik Manih) diketahui merupakan menantu Dr. Fauzan, M.Ag., dosen UIN Bukittinggi yang juga sedang menunaikan ibadah haji bersama jemaah Kota Bukittinggi.
Salat gaib direncanakan dilaksanakan setelah almarhumah dimakamkan di kampung halamannya di Tigo Baleh, Kota Bukittinggi.
“Labbaikallahumma Labbaik,” menjadi penutup penuh haru dalam kegiatan penguatan spiritual tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....