DR. M. Rifki: Layanan Jemaah Bertumpu pada Peran Karu-Karom
- 01 Mei 2026 08:21 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat DR. M. Rifki, membekali Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) Jemaah Haji Kloter 07 Embarkasi Padang.
Pembekalan ini bertujuan memperkuat peran Karu dan Karom dalam mendukung pelayanan jemaah selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

DR. M. Rifki.,MA menegaskan, Karu dan Karom menjadi ujung tombak dalam membantu petugas selama perjalanan dan melaksanakan rangkaian ibadah haji.
“Kami menitipkan amanah besar kepada Bapak dan Ibu. Karu dan Karom adalah perpanjangan tangan petugas dalam melayani jemaah,” ujar Rifki, Jumat (1/5).
Ia menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya bergantung pada petugas kloter, tetapi juga peran aktif Karu dan Karom di setiap kelompok jemaah.
“Setiap pergerakan jemaah membutuhkan koordinasi yang baik. Di sinilah peran Karu dan Karom menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam arahannya, Rifki juga menguraikan sejumlah tugas yang perlu diperhatikan. Di antaranya membantu koordinasi logistik, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga distribusi konsumsi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, Karu dan Karom diminta aktif mendampingi jemaah dalam pelaksanaan ibadah, serta berkoordinasi dengan pembimbing ibadah.
“Pastikan jemaah menjalankan ibadah dengan benar. Bantu mengingatkan dan mendampingi, terutama bagi jemaah yang membutuhkan,” ujarnya.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Rifki meminta Karu dan Karom untuk terus memantau kondisi jemaah, mengingat keterbatasan tenaga medis di setiap kloter.
“Jangan sampai ada jemaah yang sakit tidak terpantau. Segera laporkan kepada petugas kesehatan jika ada keluhan,” katanya.
Untuk mendukung tugas di lapangan, Karu dan Karom akan dibekali rompi khusus sebagai identitas. Rifki meminta rompi tersebut digunakan saat bertugas agar mudah dikenali jemaah.
“Gunakan rompi saat bertugas agar jemaah mudah menemukan dan meminta bantuan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama berada di Tanah Suci sebagai representasi daerah.
“Mari kita jaga nama baik daerah. Tunjukkan sikap saling tolong-menolong dan gotong royong,” katanya.
Juga Ustadz Abdul Aziz dari Kloter VII Kota Bukittinggi sekaligus Karom dan Karu kesehariannya di bekerja di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sampaikan bahwa Karom dan karu klter 7 secara mandiri pakai HT dan layanan haji diberikan Kanwil Kemenhaj Sumbar Luaaar..biasa sangat baik dan ini bagian peningkatan layanan

Kegiatan pembekalan ditutup dengan pemasangan rompi kepada Karu dan Karom serta penyerahan dukungan operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....