Mendengarkan Al-Qur’an Menenangkan Hati
- 30 Agt 2026 20:35 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada pagi dan sore hari dapat menjadi kebiasaan spiritual yang membantu menghadirkan ketenangan, mengurangi stres, dan memperkuat kedekatan seseorang kepada Allah SWT. Kebiasaan sederhana ini dapat dilakukan di rumah, tempat kerja, maupun lingkungan yang tenang dengan meluangkan waktu untuk menyimak lantunan ayat Al-Qur’an.
Sejumlah penelitian mengenai murottal Al-Qur’an menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap kondisi psikologis, terutama dalam membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Salah satu penelitian terhadap pekerja di Cirebon menemukan adanya penurunan tingkat stres dan kecemasan setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an.
Kebiasaan mendengarkan Al-Qur’an pada pagi hari dapat dilakukan setelah salat Subuh atau sebelum memulai aktivitas harian. Sementara pada sore hari, kegiatan tersebut dapat dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan atau menjelang waktu istirahat sebagai bagian dari refleksi dan ibadah.
| Baca juga: Me Time, Siapa Bilang Harus Keluar Rumah? |
Dalam perspektif Islam, membaca maupun mendengarkan Al-Qur’an merupakan aktivitas yang dapat menjadi sarana mengingat Allah SWT dan menenangkan hati. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 yang menyebutkan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Selain manfaat spiritual, lantunan ayat Al-Qur’an yang didengarkan secara tenang juga berpotensi memberikan efek relaksasi bagi pendengarnya. Kajian mengenai murottal menyebutkan adanya temuan penelitian yang mengarah pada penurunan stres dan perubahan kondisi fisiologis tertentu, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat kesimpulan tersebut.
Rutinitas tersebut juga dapat membantu seseorang menyediakan waktu khusus untuk mengurangi sejenak paparan aktivitas dan gangguan sehari-hari. Dengan suasana yang nyaman dan konsentrasi yang baik, mendengarkan Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menata pikiran sebelum memulai maupun mengakhiri aktivitas.
Cara melakukannya cukup sederhana, yakni memilih bacaan Al-Qur’an yang ingin didengarkan kemudian menyimaknya dengan tenang dan penuh perhatian. Bagi umat Islam, kegiatan ini dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk memahami makna ayat serta melakukan introspeksi terhadap kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, manfaat psikologis dari mendengarkan murottal tidak berarti menggantikan penanganan medis atau psikologis bagi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan. Penelitian yang ada menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi sebagian besar masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan kajian dengan metode dan jumlah peserta yang lebih kuat.
Dengan menjadikannya rutinitas pagi dan sore, mendengarkan Al-Qur’an dapat menjadi aktivitas yang relatif mudah dilakukan tanpa membutuhkan fasilitas khusus. Selain memperkuat sisi spiritual, kebiasaan tersebut dapat menjadi momen untuk menenangkan diri, mengurangi ketegangan setelah beraktivitas, dan mempersiapkan diri menghadapi kegiatan berikutnya.
Pada akhirnya, mendengarkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an bukan hanya tentang durasi, tetapi juga tentang niat, ketenangan, dan kesungguhan dalam menyimaknya. Dengan dilakukan secara konsisten, kegiatan ini dapat menjadi salah satu kebiasaan positif untuk menjaga keseimbangan kehidupan spiritual dan emosional sehari-hari. (SVD)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....